Jokowi Ditanya Duet Dedi Mulyadi-Gibran di Pilpres 2029, Cuma Bilang “Hehe”

TansNews.com, BEKASI — Wacana mengenai kemungkinan duet Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 kembali menjadi perhatian. Ketika ditanya langsung mengenai isu tersebut, Presiden ke-7 RI Joko Widodo memilih tidak memberikan jawaban substantif.
TansNews.com, BEKASI — Wacana mengenai kemungkinan duet Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 kembali menjadi perhatian. Ketika ditanya langsung mengenai isu tersebut, Presiden ke-7 RI Joko Widodo memilih tidak memberikan jawaban substantif.
Jokowi hanya tersenyum, tertawa tipis, kemudian menjawab singkat, “Hehe.”
Momen tersebut terjadi setelah Jokowi menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kabupaten Bekasi di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026). Pertanyaan mengenai kemungkinan pasangan Dedi Mulyadi-Gibran disampaikan awak media ketika Jokowi hendak meninggalkan lokasi acara.
Alih-alih memberikan penjelasan mengenai arah politik menuju Pilpres 2029, Jokowi memilih melanjutkan langkah menuju kendaraan. Tidak ada pernyataan yang secara eksplisit menunjukkan dukungan maupun penolakan terhadap wacana duet tersebut.
Dedi Mulyadi Sebelumnya Tegaskan Fokus di Jawa Barat
Jauh sebelum respons Jokowi tersebut, Dedi Mulyadi telah memberikan tanggapan mengenai isu dirinya akan dipasangkan dengan Gibran.
Saat ditemui di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (22/9/2026), Dedi mengatakan dirinya masih berfokus menjalankan tugas sebagai Gubernur Jawa Barat.
“Kita lagi mikir bagaimana jadi gubernur yang sukses. Tidak mikir yang lain,” kata Dedi.
Dedi juga menegaskan belum ada arah politik yang sedang disiapkan untuk Pilpres 2029, termasuk mengenai kemungkinan berpasangan dengan Gibran.
“Pokoknya tidak ada, hari ini saya berfokus bekerja aja memberikan yang terbaik. Kita belum mikir terlalu jauh,” ujarnya.
Dengan pernyataan tersebut, posisi Dedi hingga saat ini cukup jelas: ia menyatakan belum memikirkan kontestasi Pilpres 2029 dan memilih berkonsentrasi pada pekerjaannya sebagai kepala daerah.
Nama Dedi Mulai Masuk Percakapan Politik 2029
Meski Dedi menyatakan belum memikirkan Pilpres 2029, namanya dalam beberapa bulan terakhir mulai sering muncul dalam pembicaraan politik nasional.
Sejumlah lembaga survei memasukkan nama Dedi dalam simulasi elektabilitas tokoh untuk Pilpres 2029. DetikJabar, misalnya, melaporkan hasil survei SMRC Juli 2026 yang mencatat nama Dedi dalam simulasi semi-terbuka, sementara survei Median dengan periode pengumpulan data 21 Juli hingga 2 Agustus 2026 juga memasukkan Dedi dalam simulasi kandidat.
Namun, hasil survei mengenai preferensi masyarakat tidak otomatis berarti seorang tokoh telah memutuskan maju sebagai calon presiden atau wakil presiden. Pencalonan resmi tetap bergantung pada proses politik dan dukungan partai politik sesuai ketentuan yang berlaku.
Wacana Duet Belum Menjadi Deklarasi Politik
Kemunculan nama Dedi Mulyadi dan Gibran dalam satu konfigurasi politik menuju 2029 sejauh ini masih berada pada ranah wacana dan pembicaraan publik.
Belum terdapat deklarasi resmi dari Dedi maupun Gibran mengenai pencalonan sebagai pasangan untuk Pilpres 2029. Gibran juga belum menyampaikan pernyataan resmi yang mengonfirmasi adanya rencana tersebut.
Karena itu, respons Jokowi berupa senyum dan ucapan “hehe” juga tidak dapat secara otomatis diterjemahkan sebagai persetujuan terhadap pasangan tersebut.
Justru yang terlihat dari peristiwa di Bekasi adalah Jokowi memilih tidak memperpanjang pertanyaan mengenai konfigurasi politik 2029.
Di sisi lain, pernyataan Dedi sebelumnya menunjukkan bahwa ia masih menempatkan agenda pemerintahan Jawa Barat sebagai fokus utama.
Bola Politik 2029 Mulai Bergulir
Meski kontestasi Pilpres 2029 masih berada beberapa tahun di depan, nama-nama yang berpotensi masuk dalam pembicaraan politik nasional mulai bermunculan.
Dedi Mulyadi menjadi salah satu tokoh yang mendapat perhatian karena posisinya sebagai Gubernur Jawa Barat sekaligus meningkatnya pembahasan mengenai dirinya dalam sejumlah survei politik.
Sementara Gibran, sebagai Wakil Presiden RI, juga menjadi salah satu figur yang kerap disebut dalam pembicaraan mengenai konfigurasi politik nasional ke depan.
Namun, sampai saat ini belum ada kepastian mengenai siapa yang akan maju, siapa yang akan berpasangan, maupun koalisi politik apa yang akan terbentuk untuk Pilpres 2029.
Respons singkat Jokowi di Bekasi akhirnya menambah warna dalam perbincangan tersebut. Satu pertanyaan mengenai duet Dedi Mulyadi-Gibran dijawab hanya dengan senyum dan satu kata: “Hehe.”
Untuk sementara, publik masih harus menunggu apakah wacana tersebut berkembang menjadi komunikasi politik yang lebih konkret atau berhenti sebagai spekulasi yang ramai diperbincangkan menjelang Pemilu 2029.
Jurnalis: Tantan Su
Editor: Redaksi








