Kamis, 01 Oktober 2026 Smart – Independen – Inspiring
TANS NEWS
INFO TERKINI
Klaster Mewah Lapas Cibinong Rata dengan Tanah, 10 Bangunan Dibongkar Kapten Bangladesh Soroti Wajah Baru Timnas Indonesia AKHIRNYA !!! Klaster Mewah Lapas Cibinong Dibongkar Jejak RR Okki Jusuf Judanagara: Dari Sejarah, Budaya Sunda hingga Masyarakat Adat Jokowi Ditanya Duet Dedi Mulyadi-Gibran di Pilpres 2029, Cuma Bilang “Hehe” Masinis KA Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Detik-detik Menjelang Tabrakan di Bekasi Kopdes Merah Putih Dibangun di Sejumlah Lokasi Tak Biasa, dari Pantai hingga Lereng Gunung TANS NEWS Siapkan Paket Iklan Digital, dari Promosi UMKM hingga Publikasi Perusahaan
Tans News TV
LIVE
Beranda › Nasional › 105 Siswa dan 8 Guru Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG di Rembang Disetop Sementara
Nasional

105 Siswa dan 8 Guru Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG di Rembang Disetop Sementara

BAGIKAN ARTIKEL105 Siswa dan 8 Guru Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG di Rembang Disetop Sementarahttps://tansnews.com/105-siswa-dan-8-guru-diduga-keracunan-mbg-operasional-sppg-di-rembang-disetop-sementara/
105 Siswa dan 8 Guru Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG di Rembang Disetop Sementara

Rembang, TANSNEWS.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menghadapi sorotan setelah 105 siswa dan delapan guru SMAN 1 Rembang, Jawa Tengah, mengalami keluhan diare dan mual yang diduga muncul setelah mengonsumsi menu MBG.

Rembang, TANSNEWS.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menghadapi sorotan setelah 105 siswa dan delapan guru SMAN 1 Rembang, Jawa Tengah, mengalami keluhan diare dan mual yang diduga muncul setelah mengonsumsi menu MBG.

Peristiwa tersebut terjadi setelah para siswa dan guru menyantap makanan program MBG pada Kamis, 24 September 2026. Menu yang disajikan pada saat itu antara lain nasi, bakwan jagung, dan pentol bumbu Bali.

Pihak sekolah kemudian menerima laporan adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan. Berdasarkan pendataan sekolah hingga Jumat (25/9) pagi, tercatat 105 siswa dan delapan guru mengalami keluhan serupa. Tidak ada tenaga kependidikan yang dilaporkan mengalami gejala tersebut.

Keluhan Mulai Muncul di Lingkungan Sekolah

Kepala SMAN 1 Rembang, Endang Sri Lestari, mengatakan laporan mengenai siswa yang mengalami diare mulai diterima pihak sekolah sekitar pukul 09.30 WIB pada Jumat.

Sekolah kemudian melakukan pendataan untuk mengetahui siswa yang mengalami sakit perut maupun diare sekaligus melakukan pemantauan terhadap kondisi mereka.

Hingga Jumat malam, dari jumlah siswa yang sebelumnya dilaporkan terdampak, 28 siswa masih mengalami diare dan mual, sedangkan siswa lainnya disebut telah mengalami perbaikan kondisi setelah mendapatkan penanganan.

Pihak sekolah juga berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan MBG ke sekolah.

Tidak semua korban harus menjalani perawatan di rumah sakit. Penanganan awal dilakukan melalui pihak sekolah dan pemantauan kondisi kesehatan para siswa.

BGN Ambil Tindakan, Kepala SPPG Dicopot

Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian Badan Gizi Nasional (BGN).

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, menyatakan bahwa kepala SPPG terkait telah dicopot dan dilakukan pemeriksaan internal oleh Inspektorat Utama (Irtama) BGN.

Menurut BGN, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui secara menyeluruh penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut, termasuk mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) dan kelayakan dapur SPPG.

BGN juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan. Karena itu, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan guru belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan munculnya gejala setelah mengonsumsi makanan MBG.

SPPG Dievaluasi, Hasil Laboratorium Jadi Penentu

Penghentian sementara operasional SPPG dilakukan sebagai bagian dari proses evaluasi.

Tim terkait melakukan pemeriksaan terhadap berbagai aspek, mulai dari standar pengolahan makanan, kelayakan dapur, personel, hingga prosedur distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi salah satu dasar penting untuk mengetahui apakah terdapat kontaminasi atau faktor lain yang menyebabkan munculnya keluhan kesehatan.

Langkah tersebut menjadi penting karena program MBG melibatkan distribusi makanan dalam jumlah besar kepada peserta didik dan kelompok penerima manfaat lainnya.

Jangan Terburu Menyimpulkan Penyebab

Pihak sekolah sebelumnya menyampaikan dugaan mengenai rasa pedas atau saus pada makanan sebagai salah satu kemungkinan yang menyebabkan sebagian siswa mengalami diare. Namun, dugaan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan penyebab keracunan.

Penentuan penyebab harus didasarkan pada pemeriksaan medis, epidemiologis, pemeriksaan sampel makanan, serta hasil laboratorium.

Dengan demikian, istilah “diduga keracunan” masih menjadi terminologi yang tepat sampai terdapat hasil pemeriksaan resmi mengenai penyebab gangguan kesehatan tersebut.

Pengawasan Program MBG Kembali Dipertanyakan

Kasus di SMAN 1 Rembang menambah perhatian terhadap aspek pengawasan dalam pelaksanaan program MBG.

Kualitas bahan baku, kebersihan dapur, proses memasak, penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi makanan menjadi rangkaian yang tidak dapat dipisahkan dalam menjaga keamanan pangan.

BGN menyatakan pemeriksaan internal dilakukan karena masih terdapat SOP yang diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pemeriksaan tersebut juga mencakup standar dan kelayakan dapur serta personel yang bekerja di dalamnya.

Bagi masyarakat, terutama orang tua siswa, aspek keamanan pangan menjadi sama pentingnya dengan tujuan pemenuhan gizi dalam program MBG.

Program makanan bergizi tidak hanya dituntut memenuhi standar kandungan nutrisi, tetapi juga harus memenuhi standar keamanan pangan dari hulu hingga makanan dikonsumsi penerima manfaat.

Operasional Dihentikan Sementara

Dengan adanya kejadian tersebut, operasional SPPG terkait dihentikan sementara sambil menunggu proses pemeriksaan dan evaluasi.

Langkah ini memberikan ruang kepada pihak berwenang untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa menimbulkan risiko tambahan selama penyebab kejadian masih ditelusuri.

BGN menyatakan investigasi akan mencakup pemeriksaan standar operasional dan kelayakan dapur. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap operasional SPPG.

Kasus ini kini menjadi perhatian karena menyangkut keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG yang menyasar peserta didik dalam jumlah besar.

Publik menunggu hasil pemeriksaan laboratorium serta penjelasan resmi mengenai penyebab munculnya gejala diare dan mual yang dialami para siswa dan guru.

TANSNEWS.com akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan memperbarui informasi berdasarkan hasil pemeriksaan serta keterangan resmi dari pihak berwenang.

Jurnalis: Tantan Su
Editor: Redaksi

Catatan redaksi: Informasi mengenai dugaan keracunan dalam berita ini mengacu pada laporan dan keterangan pihak terkait. Penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi. TANSNEWS.com tidak mendahului kesimpulan resmi mengenai penyebab kejadian.