BGN Bongkar Modus Penipuan Mitra SPPG, Pelaku Catut Nama Sudaryono dan Pimpinan

TansNews.com, Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan seluruh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar mewaspadai praktik penipuan yang mengatasnamakan pimpinan lembaga tersebut.
TansNews.com, Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan seluruh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar mewaspadai praktik penipuan yang mengatasnamakan pimpinan lembaga tersebut.
Kepala BGN Sudaryono mengungkap, sejumlah oknum diduga menawarkan bantuan kepada mitra SPPG dengan mencatut nama dirinya maupun pimpinan BGN lainnya. Para pelaku menjanjikan dapat membantu dapur SPPG yang belum beroperasi agar segera berjalan atau membuka kembali dapur yang terkena suspend, dengan imbalan sejumlah uang.
Sudaryono menegaskan, tawaran tersebut merupakan penipuan dan tidak pernah mendapatkan mandat dari BGN.
“Seluruh kawan-kawan, mitra, yang mengatasnamakan saya, mengatasnamakan Ibu Waka, atau mengatasnamakan Pak Waka, atau mengatasnamakan pimpinan siapa pun, yang kemudian memberikan iming-iming bahwa nanti akan dibantu dapur-dapur yang belum beroperasi untuk segera beroperasi dengan imbalan biaya, saya pastikan itu adalah bohong dan itu adalah tindak pidana penipuan,” ujar Sudaryono, dikutip dari Liputan6.com, Minggu (30/8/2026).
Catut Nama Pimpinan BGN
Modus yang diungkap Sudaryono tidak hanya berkaitan dengan janji membantu mengoperasikan dapur SPPG. Oknum juga disebut menawarkan jasa untuk membuka status suspend yang dikenakan terhadap dapur tertentu.
Menurut Sudaryono, apabila terdapat pihak yang mengaku memiliki akses atau kewenangan untuk membuka suspend maupun mempercepat operasional dapur SPPG dengan meminta sejumlah uang, mitra diminta tidak mempercayainya.
“Atau untuk membuka suspend, hingga mengoperasikan dapur yang belum beroperasi,” kata Sudaryono.
Ia menegaskan, tidak ada kewenangan yang diberikan BGN kepada pihak luar untuk melakukan tindakan tersebut dengan imbalan uang.
“Manakala ada oknum-oknum yang kemudian menjajakan jasa meminta imbalan dalam rangka untuk membuka suspend atau membuka atau segera mengoperasikan dapur-dapur yang belum beroperasi, kemudian meminta imbalan uang mengatasnamakan saya atau pimpinan yang lain, maka kami pastikan berita itu tidak benar,” tegasnya.
Mitra Diminta Segera Lapor Polisi
BGN meminta para mitra SPPG yang menemukan atau menjadi korban praktik tersebut untuk tidak diam. Sudaryono mendorong korban segera melaporkan dugaan penipuan kepada aparat penegak hukum.
Menurutnya, laporan kepada kepolisian penting agar oknum yang memanfaatkan nama pimpinan BGN untuk mendapatkan keuntungan dapat segera diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Dan Anda korban wajib dan kami harapkan melapor kepada pihak yang berwajib, yaitu pihak kepolisian sehingga tindak pidana penipuan ini bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
BGN Tegaskan Tak Pernah Beri Mandat
Sudaryono kembali menegaskan bahwa BGN tidak pernah mengutus individu tertentu untuk membuka kembali dapur SPPG yang terkena suspend maupun memfasilitasi proses pengoperasian dapur yang belum aktif dengan meminta bayaran.
“Jadi kami tidak pernah mengutus siapa pun, kami tidak pernah memberikan otoritas kepada siapa pun untuk membuka, memfasilitasi berbicara dengan para mitra atau dengan siapa pun, apalagi meminta imbalan uang dan lain sebagainya,” kata Sudaryono.
Pernyataan tersebut menjadi peringatan bagi seluruh mitra SPPG agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengklaim memiliki kedekatan dengan pimpinan BGN atau mengaku mendapat mandat untuk mengurus status operasional dapur.
Mitra juga perlu berhati-hati terhadap setiap permintaan pembayaran yang dikaitkan dengan pembukaan suspend, percepatan operasional, maupun fasilitas tertentu dalam penyelenggaraan layanan pemenuhan gizi.
BGN menegaskan, pencatutan nama pimpinan untuk memperoleh keuntungan pribadi bukan hanya merugikan korban secara finansial, tetapi juga berpotensi menjadi persoalan hukum apabila memenuhi unsur tindak pidana penipuan.
Jurnalis: Tantan Su







