Gempa M2,9 Guncang Kabupaten Bandung, Dirasakan di Pangalengan dan Kertasari

BANDUNG, TansNews.com — Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu, 16 September 2026 pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut berkekuatan magnitudo 2,9 dengan kedalaman 5 kilometer.
BANDUNG, TansNews.com — Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu, 16 September 2026 pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut berkekuatan magnitudo 2,9 dengan kedalaman 5 kilometer.
Berdasarkan informasi resmi BMKG, gempa terjadi pada pukul 08.11.31 WIB dengan koordinat 7,22 Lintang Selatan (LS) dan 107,62 Bujur Timur (BT). Episenter berada di darat, sekitar 25 kilometer tenggara Kabupaten Bandung.
Gempa tergolong dangkal dan getarannya dilaporkan dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. BMKG mencatat intensitas mencapai III MMI di Pangalengan dan Kertasari.
Meski dirasakan masyarakat, hingga informasi tersebut diterbitkan belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa.
BMKG juga menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak memiliki sumber jelas.
Rangkaian Aktivitas Gempa
Data BMKG menunjukkan kawasan Kabupaten Bandung dan sekitarnya mengalami beberapa aktivitas kegempaan pada Rabu pagi.
Sebelumnya, BMKG mencatat gempa berkekuatan M2,2 pada pukul 06.21.32 WIB dengan kedalaman 5 kilometer dan episenter sekitar 26 kilometer selatan Kabupaten Bandung. Gempa tersebut dilaporkan dirasakan II MMI di Pangalengan.
Dalam catatan real-time BMKG, aktivitas gempa di sekitar koordinat 7,24 LS–107,61 BT juga masih tercatat pada beberapa waktu berikutnya. Parameter gempa real-time dapat mengalami perubahan setelah dilakukan analisis dan verifikasi lebih lanjut oleh ahli seismologi.
BMKG Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap memahami langkah keselamatan apabila terjadi gempa.
Ketika berada di dalam bangunan, masyarakat dianjurkan segera mencari tempat berlindung yang aman, menjauh dari kaca dan benda yang berpotensi jatuh, serta tidak menggunakan lift ketika terjadi guncangan.
Jika berada di luar ruangan, masyarakat perlu menjauh dari bangunan, tiang listrik, pohon, papan reklame, maupun objek lain yang berpotensi roboh.
Bagi pengendara kendaraan, langkah utama adalah mengurangi kecepatan, menepi di lokasi yang aman dan menghindari berhenti di bawah jembatan, dekat bangunan tinggi atau objek yang dapat runtuh.
Masyarakat juga diminta tidak memasuki bangunan yang telah mengalami kerusakan akibat gempa sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Yang tak kalah penting, informasi mengenai perkembangan gempa sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG. Masyarakat diminta tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi karena dapat memicu kepanikan.
TansNews.com akan terus memantau perkembangan informasi kegempaan di wilayah Bandung dan Jawa Barat berdasarkan data resmi dari BMKG.
Jurnalist : Tantan Su
Editor : Redaksi







