Kerap Dianggap Sepele, 5 Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Usus Besar

Jakarta, TansNews.com – Kanker usus besar atau kanker kolorektal tidak selalu datang dengan tanda yang langsung terlihat. Sejumlah kebiasaan yang dianggap biasa dalam kehidupan sehari-hari justru dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit tersebut.
Jakarta, TansNews.com – Kanker usus besar atau kanker kolorektal tidak selalu datang dengan tanda yang langsung terlihat. Sejumlah kebiasaan yang dianggap biasa dalam kehidupan sehari-hari justru dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit tersebut.
Kanker usus besar merupakan keganasan yang menyerang kolon atau bagian akhir saluran pencernaan. Menurut Kementerian Kesehatan RI, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko antara lain pola makan tidak sehat, konsumsi makanan tinggi lemak dan rendah serat, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta riwayat keluarga.
Karena itu, persoalan kanker usus besar tidak semata-mata berkaitan dengan faktor usia atau keturunan. Pola hidup sehari-hari juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
1. Terlalu sering mengonsumsi daging merah dan daging olahan
Konsumsi daging merah dalam jumlah tinggi serta daging olahan seperti sosis, daging asap, dan produk daging yang diawetkan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal dalam sejumlah penelitian.
Mayo Clinic menyebut pola makan yang tinggi daging merah, khususnya daging yang dimasak hingga hangus, serta daging olahan berkaitan dengan peningkatan risiko kanker usus besar.
Bukan berarti masyarakat harus sepenuhnya menghilangkan daging dari menu. Persoalannya adalah frekuensi, jumlah, serta keseimbangan pola makan secara keseluruhan.
Sebaliknya, konsumsi buah, sayuran, biji-bijian utuh dan sumber serat lainnya dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih mendukung kesehatan saluran pencernaan.
2. Terlalu banyak duduk dan minim aktivitas fisik
Gaya hidup sedentari sering kali tidak dianggap sebagai masalah serius. Duduk berjam-jam karena bekerja di depan komputer, berkendara, atau menghabiskan waktu dengan perangkat digital dapat membuat seseorang jauh lebih sedikit bergerak.
Padahal, kurang aktivitas fisik termasuk faktor yang berkaitan dengan peningkatan risiko kanker usus besar. Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menjaga berat badan dan mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, olahraga teratur, maupun mengurangi waktu duduk dalam sehari dapat menjadi bagian dari perubahan gaya hidup.
3. Berat badan berlebih jangan dianggap sekadar persoalan penampilan
Kelebihan berat badan dan obesitas bukan hanya persoalan estetika. Kondisi tersebut juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal.
Mayo Clinic mencatat bahwa obesitas berkaitan dengan peningkatan risiko kanker usus besar. Karena itu, menjaga berat badan dalam rentang yang sehat melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik menjadi salah satu langkah penting dalam mengurangi faktor risiko yang dapat dikendalikan.
4. Kebiasaan merokok
Rokok selama ini lebih sering dikaitkan dengan kanker paru-paru. Namun, dampak merokok tidak terbatas








