2.860 Pasien Banjiri IGD RSUD Bandung Kiwari, Waspada Influenza A

Bandung, TANSNEWS.com — Gelombang peningkatan kunjungan pasien terjadi di RSUD Bandung Kiwari dalam tiga pekan pertama September 2026. Sebanyak 2.860 pasien tercatat mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut sepanjang periode 1 hingga 21 September.
Bandung, TANSNEWS.com — Gelombang peningkatan kunjungan pasien terjadi di RSUD Bandung Kiwari dalam tiga pekan pertama September 2026. Sebanyak 2.860 pasien tercatat mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut sepanjang periode 1 hingga 21 September.
Angka tersebut setara dengan rata-rata sekitar 136 kunjungan pasien per hari. Lonjakan ini membuat kapasitas pelayanan, khususnya ruang rawat inap, berada dalam tekanan tinggi. Data rumah sakit menunjukkan sekitar 61 persen pasien dari total kunjungan tersebut harus melanjutkan perawatan ke ruang rawat inap, sementara sekitar 31 persen diperbolehkan pulang setelah memperoleh penanganan awal.
Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya perhatian terhadap kasus Influenza A, yang belakangan banyak disebut masyarakat sebagai “super flu”.
Namun, pihak RSUD Bandung Kiwari menegaskan bahwa angka 2.860 pasien tersebut tidak dapat secara otomatis disebut sebagai jumlah pasien Influenza A, karena rumah sakit tidak melakukan pemeriksaan khusus atau swab Influenza A terhadap seluruh pasien yang datang.
IGD Dipadati Pasien, Ruang Rawat Inap Ikut Tertekan
Direktur Utama RSUD Bandung Kiwari, Arief Budiman, menyebut lonjakan kunjungan terjadi cukup signifikan sepanjang 1–21 September.

Dengan rata-rata sekitar 136 pasien per hari, kepadatan IGD kemudian berimbas terhadap ketersediaan tempat tidur di ruang rawat inap.
Dalam kondisi tertentu, rata-rata terdapat sekitar 10 pasien per hari yang harus menunggu ketersediaan kamar. Pada 12 September, jumlah pasien yang belum mendapatkan tempat tidur tercatat mencapai 23 orang. Rumah sakit juga melakukan rujukan keluar terhadap enam pasien selama periode tersebut.
Meski terjadi tekanan kapasitas, manajemen RSUD Bandung Kiwari menyatakan pasien yang datang tetap mendapatkan pemeriksaan berdasarkan tingkat kegawatdaruratannya.
Pasien dengan kondisi mengancam nyawa diprioritaskan melalui mekanisme triase, sedangkan pasien dengan kondisi ringan dan stabil diarahkan untuk memperoleh pelayanan melalui poli rawat jalan, puskesmas, atau fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Anak-Anak Dominasi Sejumlah Kasus
Data RSUD Bandung Kiwari menunjukkan sejumlah kelompok penyakit dan kondisi kesehatan yang ditangani selama periode lonjakan tersebut.
Pada pasien anak, sejumlah kasus yang tercatat antara lain hiperpireksia atau demam sangat tinggi sebanyak 166 pasien, dehidrasi 162 pasien, bronchopneumonia 151 pasien, dyspepsia 149 pasien, serta viral infection 115 pasien.
Selain itu terdapat 83 pasien dengan gejala gastroenteritis akut atau diare, 78 pasien infeksi bakteri, 65 pasien ISPA, 51 pasien demam berdarah, dan 14 pasien tuberkulosis paru.
Ragam diagnosis tersebut menunjukkan bahwa kepadatan pelayanan IGD tidak hanya berkaitan dengan satu jenis penyakit.
Fenomena Influenza A Jadi Perhatian
Di tengah peningkatan kunjungan pasien, kasus Influenza A menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah daerah.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap remeh gejala flu, khususnya pada anak-anak.
Pemerintah Kota Bandung juga meminta fasilitas kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan pasien. Orang tua diminta tidak memaksakan anak yang sedang mengalami gejala flu untuk tetap mengikuti kegiatan sekolah dan segera melakukan pemeriksaan medis.
Farhan juga menyebut terdapat sejumlah kasus Influenza A yang mendapatkan penanganan di rumah sakit. Namun, angka tersebut berbeda dengan total 2.860 kunjungan IGD yang mencakup berbagai kondisi kesehatan.
RSUD Tegaskan Tidak Menolak Pasien
Di tengah kabar mengenai kepadatan rumah sakit, RSUD Bandung Kiwari menegaskan bahwa pelayanan terhadap pasien tetap berjalan.
Manajemen rumah sakit menyatakan pasien yang datang tetap diperiksa dan menjalani proses triase berdasarkan tingkat kegawatdaruratan.
Persoalan utama yang muncul bukan penolakan pasien, melainkan keterbatasan kapasitas tempat tidur ketika jumlah pasien yang membutuhkan rawat inap meningkat.
Rumah sakit kemudian melakukan sejumlah langkah, antara lain mempercepat pemindahan pasien yang sudah stabil dari IGD menuju ruang rawat inap, mempercepat pemulangan pasien yang secara medis telah diperbolehkan pulang, serta mengarahkan pasien dengan kondisi ringan ke layanan yang sesuai.
Warga Diminta Tidak Panik
Lonjakan kunjungan ke IGD menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu memahami perbedaan antara kondisi darurat medis dan keluhan kesehatan yang dapat ditangani melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama.
RSUD Bandung Kiwari mengimbau masyarakat datang ke IGD terutama ketika mengalami kondisi kegawatdaruratan, seperti sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, pendarahan hebat, kecelakaan, atau kondisi lain yang membutuhkan penanganan segera.
Untuk gejala yang relatif ringan dan stabil, masyarakat dapat memanfaatkan puskesmas, klinik, maupun layanan poli rawat jalan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi penumpukan pasien di IGD sehingga kapasitas layanan darurat dapat diprioritaskan bagi pasien yang benar-benar membutuhkan penanganan segera.
Bukan Sekadar Soal “Super Flu”
Lonjakan 2.860 kunjungan pasien di RSUD Bandung Kiwari perlu dibaca secara hati-hati.
Angka tersebut merupakan total kunjungan IGD selama 1–21 September, bukan angka kasus Influenza A yang telah terkonfirmasi. Pihak rumah sakit sendiri menyatakan tidak melakukan pemeriksaan khusus Influenza A sehingga tidak memiliki data spesifik mengenai jumlah pasien yang terinfeksi virus tersebut.
Karena itu, penyebutan “super flu” perlu ditempatkan secara proporsional agar tidak menimbulkan persepsi bahwa seluruh pasien yang memenuhi IGD merupakan penderita Influenza A.
Di sisi lain, peningkatan kunjungan dan kepadatan rawat inap tetap menjadi indikator penting bagi pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan untuk memperkuat kesiapsiagaan.
TANSNEWS.com akan terus memantau perkembangan kasus Influenza A dan kondisi pelayanan kesehatan di Kota Bandung berdasarkan data serta keterangan resmi dari otoritas kesehatan.
Jurnalis: Tantan Su
Editor: Redaksi
Catatan Redaksi: Istilah “super flu” dalam pemberitaan ini digunakan untuk merujuk pada Influenza A sebagaimana pemberitaan dan penyebutan publik. Jumlah 2.860 merupakan total kunjungan IGD RSUD Bandung Kiwari periode 1–21 September 2026 dan bukan jumlah kasus Influenza A terkonfirmasi.








