Bayan Resources Buka Suara soal Rumor Akuisisi Saham BYAN oleh Jhonlin Grup

Jakarta, TANSnews.com – PT Bayan Resources Tbk (BYAN), perusahaan pertambangan batu bara yang dikendalikan taipan Low Tuck Kwong, angkat bicara terkait kabar beredar mengenai rencana akuisisi saham perseroan oleh kelompok usaha milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
Jakarta, TANSnews.com – PT Bayan Resources Tbk (BYAN), perusahaan pertambangan batu bara yang dikendalikan taipan Low Tuck Kwong, angkat bicara terkait kabar beredar mengenai rencana akuisisi saham perseroan oleh kelompok usaha milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
Corporate Secretary Bayan Resources, Jenny Quantero, menegaskan bahwa hingga saat ini perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan maupun akuisisi saham BYAN sebagaimana informasi yang beredar di publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Jenny melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (18/8/2026).
Menurut Jenny, pemegang saham pengendali Bayan Resources memang dapat mempertimbangkan berbagai peluang investasi dari waktu ke waktu. Namun, hal tersebut tidak dapat diartikan sebagai adanya transaksi akuisisi yang telah berlangsung atau sedang dikonfirmasi oleh perseroan.
“Namun pemegang saham pengendali Perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Perseroan,” jelas Jenny.
Tidak Ada Transaksi yang Dapat Dikonfirmasi
Bayan Resources juga menegaskan bahwa hingga keterbukaan informasi tersebut diterbitkan, perseroan tidak memiliki informasi maupun kejadian material lain yang belum disampaikan kepada publik yang berpotensi memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham BYAN.
Perseroan mengaku belum memperoleh informasi mengenai pihak-pihak yang disebut terlibat dalam transaksi sebagaimana rumor yang beredar. Demikian pula dengan struktur transaksi, jumlah saham yang akan dialihkan, hingga nilai transaksi.
“Perseroan tidak memiliki informasi terkait pihak-pihak yang terlibat maupun struktur transaksi sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar, termasuk informasi terkait porsi saham yang akan dialihkan dan/atau nilai transaksi terkait,” ungkap Jenny.
Karena belum terdapat transaksi yang dapat dikonfirmasi, Bayan Resources juga belum dapat menjelaskan mengenai kemungkinan perubahan atau dampak terhadap struktur pengendalian perusahaan.
Operasional dan Kinerja Keuangan Belum Terdampak
Bayan Resources memastikan informasi mengenai rumor akuisisi tersebut sejauh ini tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan perseroan.
“Tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan Perseroan sehubungan dengan informasi tersebut karena tidak terdapat transaksi yang dapat dikonfirmasi oleh Perseroan,” tegas Jenny.
Perseroan sekaligus menegaskan komitmennya untuk menjalankan seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal serta ketentuan BEI, termasuk kewajiban menyampaikan keterbukaan informasi apabila terdapat informasi atau fakta material yang memang wajib diumumkan kepada publik.
“Perseroan senantiasa berkomitmen untuk memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal dan ketentuan BEI, termasuk kewajiban penyampaian keterbukaan informasi apabila terdapat informasi atau fakta material yang wajib diungkapkan kepada publik,” tandasnya.
Jhonlin Grup Dikabarkan Incar Saham BYAN
Sebelumnya, kabar mengenai potensi masuknya kelompok usaha Jhonlin Grup ke Bayan Resources mencuat dan menjadi perhatian pasar.
Berdasarkan informasi yang beredar, Jhonlin Grup disebut-sebut bakal mengakuisisi sekitar 62,2 persen saham BYAN. Kabar tersebut kemudian turut menjadi sorotan karena jika terealisasi, transaksi dalam skala tersebut berpotensi membawa perubahan signifikan terhadap struktur kepemilikan dan pengendalian perusahaan.
Namun demikian, hingga saat ini angka 62,2 persen tersebut masih sebatas informasi yang beredar dan belum dikonfirmasi oleh Bayan Resources sebagai transaksi yang telah terjadi atau akan dilakukan.
Dengan adanya klarifikasi resmi dari perseroan, investor diimbau untuk mencermati informasi yang berasal dari sumber resmi, khususnya keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, sebelum mengambil keputusan investasi terkait saham BYAN.
Jurnalis: Tantan Su | Editor: Tantan Su
TANSnews.com – Smart * Independent * Inspiring







