WHV Australia Jadi Pilihan WNI untuk Kerja Sambil Liburan, Ini 7 Tips Mendapatkan Pekerjaan

Jakarta, TansNews.com — Australia menjadi salah satu destinasi yang menarik bagi warga negara Indonesia (WNI) yang ingin merasakan pengalaman bekerja sekaligus berlibur di luar negeri. Salah satu jalur yang dapat digunakan adalah Work and Holiday Visa (WHV) Subclass 462.
Jakarta, TansNews.com — Australia menjadi salah satu destinasi yang menarik bagi warga negara Indonesia (WNI) yang ingin merasakan pengalaman bekerja sekaligus berlibur di luar negeri. Salah satu jalur yang dapat digunakan adalah Work and Holiday Visa (WHV) Subclass 462.
Program tersebut memberikan kesempatan kepada warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan untuk tinggal di Australia hingga 12 bulan sambil melakukan perjalanan dan bekerja dalam pekerjaan jangka pendek atau kasual.
WHV juga memungkinkan pemegang visa untuk keluar dan masuk Australia selama masa berlaku visa. Selain bekerja, pemegang visa dapat mengikuti pendidikan atau pelatihan dengan durasi maksimal empat bulan.
Namun, terdapat ketentuan terkait pekerjaan. Pemegang visa pada umumnya hanya diperbolehkan bekerja untuk satu pemberi kerja selama maksimal enam bulan, sesuai aturan yang berlaku.
Menurut informasi Pemerintah Australia, program Work and Holiday ditujukan bagi kaum muda yang ingin berwisata di Australia sekaligus mendapatkan penghasilan dari pekerjaan sementara atau kasual untuk membantu membiayai perjalanan mereka.
7 Tips Mencari Kerja di Australia dengan WHV
Memiliki WHV tidak otomatis membuat seseorang mendapatkan pekerjaan. Peserta tetap harus aktif mencari pekerjaan dan memastikan pekerjaan yang diambil sesuai dengan ketentuan visa serta hukum ketenagakerjaan Australia.
Berikut tujuh langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan.
1. Pastikan Memenuhi Syarat WHV
Bagi WNI yang belum memiliki WHV, langkah pertama adalah memastikan seluruh persyaratan Work and Holiday Visa Subclass 462 telah terpenuhi.
Beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan antara lain:
- Berusia minimal 18 tahun dan maksimal 30 tahun saat mengajukan visa.
- Memiliki paspor Indonesia yang masih berlaku.
- Memiliki kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan.
- Memiliki kemampuan bahasa Inggris sesuai ketentuan.
- Memperoleh Surat Dukungan untuk Work and Holiday Visa (SDUWHV) dari instansi Indonesia yang berwenang.
- Memiliki dana yang cukup untuk mendukung perjalanan dan masa tinggal di Australia.
- Memenuhi persyaratan kesehatan dan karakter.
- Tidak membawa tanggungan keluarga dalam aplikasi visa.
Pemegang visa juga tidak diperbolehkan membawa anak tanggungan selama berada di Australia.
Persyaratan dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, calon pemohon sebaiknya selalu memeriksa ketentuan terbaru melalui sumber resmi pemerintah Australia dan instansi Indonesia yang berwenang.
2. Siapkan Dokumen Sejak Awal
Kelengkapan dokumen menjadi salah satu bagian penting dalam proses pengajuan visa.
Dokumen yang perlu dipersiapkan dapat mencakup formulir aplikasi daring, bukti pembayaran biaya visa, paspor, foto terbaru, SDUWHV, bukti dana, bukti kualifikasi pendidikan, bukti kemampuan bahasa Inggris, kartu keluarga, serta dokumen kesehatan apabila diperlukan.
Menyiapkan dokumen lebih awal dapat membantu mengurangi risiko keterlambatan atau kekurangan persyaratan ketika proses aplikasi berlangsung.
3. Tentukan Sektor Pekerjaan yang Sesuai
Pencari kerja sebaiknya menentukan sektor yang ingin dituju sebelum tiba di Australia.
Sektor hospitality, seperti kafe, restoran, hotel, dan berbagai usaha pariwisata, menjadi salah satu pilihan yang cukup populer di kalangan pemegang WHV.
Selain itu, tersedia pula peluang di sektor:
- Ritel;
- Pertanian;
- Pemetikan buah;
- Konstruksi;
- Pariwisata;
- Event dan pekerjaan musiman.
Pekerjaan pertanian dan pemetikan buah umumnya mengikuti musim. Sementara itu, pekerjaan di sektor pariwisata dan hospitality dapat meningkat pada periode tertentu ketika jumlah wisatawan bertambah.
4. Manfaatkan Berbagai Sumber Lowongan
Pencari kerja sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu platform.
Sejumlah situs pencarian kerja seperti Seek, Indeed, dan Backpacker Job Board dapat dimanfaatkan untuk mencari lowongan yang sesuai.
Selain platform daring, informasi pekerjaan juga dapat ditemukan melalui komunitas backpacker atau papan pengumuman di hostel.
Untuk pekerjaan hospitality dan ritel, mendatangi tempat usaha secara langsung dengan membawa CV juga dapat menjadi strategi alternatif. Cara tersebut memungkinkan pelamar memperkenalkan diri secara langsung kepada calon pemberi kerja.
5. Jangan Hanya Berfokus di Kota Besar
Peluang kerja tidak hanya tersedia di Sydney, Melbourne, Brisbane, Perth, atau kota besar lainnya.
Pemegang WHV yang bersedia bekerja di kawasan regional atau pedesaan dapat mempertimbangkan sektor pertanian, hospitality, perkebunan, dan pekerjaan musiman lainnya.
Sejumlah pekerjaan di wilayah regional juga dapat memiliki manfaat tertentu berdasarkan ketentuan visa, termasuk kemungkinan memenuhi persyaratan untuk visa tahun kedua atau ketiga apabila pekerjaan dan lokasinya memenuhi ketentuan yang berlaku.
Karena itu, memperluas wilayah pencarian dapat membuka peluang yang lebih besar.
6. Datangi Tempat Kerja Secara Langsung
Mengirim CV melalui internet bukan satu-satunya cara mendapatkan pekerjaan.
Untuk pekerjaan tertentu, terutama hospitality dan ritel, pelamar dapat datang langsung ke tempat usaha dengan membawa CV dan memperkenalkan diri kepada manajer atau pihak yang bertanggung jawab terhadap perekrutan.
Pendekatan langsung juga dapat membantu membangun koneksi dan memperoleh informasi mengenai lowongan yang belum dipublikasikan secara luas.
7. Bangun Jaringan dengan Sesama Pemegang WHV
Networking menjadi salah satu modal penting bagi pekerja pemegang WHV.
Berinteraksi dengan sesama pemegang WHV, pekerja lokal, penghuni hostel, komunitas backpacker, maupun orang-orang yang bekerja di sektor tertentu dapat membuka akses terhadap informasi mengenai peluang pekerjaan.
Tidak sedikit pekerjaan musiman atau pekerjaan di kawasan regional yang informasinya beredar melalui jaringan pertemanan dan komunitas.
Namun, setiap tawaran pekerjaan harus tetap diperiksa dengan cermat. Pastikan pemberi kerja legal, pekerjaan sesuai aturan visa, dan hak-hak pekerja tetap terlindungi berdasarkan hukum ketenagakerjaan Australia.
WHV Bukan Jaminan Mendapatkan Pekerjaan
Work and Holiday Visa memberikan kesempatan untuk bekerja sambil berlibur, tetapi memiliki WHV tidak otomatis menjamin seseorang mendapatkan pekerjaan di Australia.
Pemegang visa tetap harus mencari pekerjaan secara mandiri dan memahami batasan yang berlaku selama berada di Australia.
Persiapan yang matang, kemampuan bahasa Inggris, CV yang baik, fleksibilitas memilih sektor pekerjaan, serta kemampuan membangun jaringan dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan.
Bagi WNI yang ingin mengikuti program tersebut, memahami aturan visa sebelum berangkat merupakan langkah yang tidak boleh dilewatkan. Perubahan persyaratan dapat terjadi, sehingga informasi resmi perlu menjadi rujukan utama sebelum mengajukan visa maupun menerima pekerjaan.
Dengan persiapan dokumen yang lengkap, pemilihan sektor yang tepat, pemanfaatan berbagai sumber lowongan, keterbukaan terhadap peluang di wilayah regional, serta networking yang baik, pengalaman WHV di Australia dapat menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman kerja internasional sekaligus menjelajahi Negeri Kanguru.
Jurnalis: Tantan Su
TansNews.com — Informasi Aktual, Profesional dan Terpercaya







