Prabowo Ingatkan Demokrasi Bisa Dibajak dan Dibeli, Uang hingga Buzzer Jadi Sorotan

JAKARTA, TansNews.com – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga demokrasi Indonesia dari berbagai bentuk intervensi. Prabowo menilai demokrasi dapat menghadapi ancaman ketika kepentingan finansial dan kekuatan tertentu berusaha memengaruhi proses politik serta kehidupan bernegara.
JAKARTA, TansNews.com – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga demokrasi Indonesia dari berbagai bentuk intervensi. Prabowo menilai demokrasi dapat menghadapi ancaman ketika kepentingan finansial dan kekuatan tertentu berusaha memengaruhi proses politik serta kehidupan bernegara.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan dirinya sejak masih aktif sebagai prajurit TNI telah memiliki pandangan bahwa demokrasi dan reformasi merupakan cita-cita yang harus diperjuangkan.
Prabowo juga menyebut sejumlah tokoh PAN memiliki cita-cita yang sama dalam perjalanan Reformasi 1998.
“Tokoh-tokoh PAN memimpin reformasi. Kita, cita-cita kita sama. Kita ingin demokrasi. Jangan salah, saya di tentara, saya mendukung demokrasi, saya mendukung reformasi,” ujar Prabowo.
Namun, Presiden mengingatkan bahwa demokrasi tidak cukup hanya dijalankan melalui mekanisme politik dan pemilu. Menurut dia, demokrasi harus dijaga agar tidak dimanfaatkan atau dikuasai oleh kepentingan tertentu.
“Kita harus hati-hati. Bahwa demokrasi bisa dibajak. Demokrasi bisa dibeli,” kata Prabowo.
Prabowo Soroti Pengaruh Uang
Prabowo kemudian menyinggung potensi penggunaan kekuatan finansial untuk memengaruhi berbagai elemen dalam sistem politik dan pemerintahan.
Ia menyebut pengaruh tersebut, menurutnya, dapat menyasar tokoh politik, aparat penegak hukum, pejabat pemerintahan hingga pemimpin negara.
“Mereka mau membajak demokrasi kita. Mereka mau menyogok tokoh-tokoh politik kita. Mereka mau membelinya, nyogok hakim, nyogok jaksa, nyogok jenderal, nyogok menteri, mereka mau nyogok presiden,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo sebagai peringatan mengenai potensi penyalahgunaan kekuatan uang dalam memengaruhi institusi maupun proses pengambilan keputusan.
Teknologi, Buzzer dan Robot Ikut Disorot
Selain persoalan kekuatan finansial, Prabowo turut menyoroti perkembangan teknologi informasi dan media sosial.
Ia menyebut penggunaan algoritma, buzzer, serta robot dapat menjadi instrumen untuk memengaruhi opini masyarakat.
“Dengan uang, mereka memelihara apa itu algoritma, pakai buzzer-buzzer, robot-robot, anak-anak kita, bapak-bapak kita, rakyat kita dirusak. Coba mereka pengaruhi dengan fitnah. Alhamdulillah, rakyat kita tidak bodoh,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, perkembangan teknologi telah mengubah bentuk tantangan yang dihadapi sebuah negara. Persaingan dan konflik tidak selalu dilakukan melalui kekuatan militer secara terbuka, tetapi juga dapat berlangsung melalui perang informasi, pembentukan opini publik, serta berbagai bentuk pengaruh terhadap masyarakat.
Karena itu, Prabowo mengingatkan pentingnya kewaspadaan dalam menghadapi perkembangan tersebut.
Demokrasi dan Persatuan
Pesan mengenai pentingnya menjaga demokrasi sebelumnya juga disampaikan Prabowo dalam sejumlah kesempatan.
Dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat pada 9 September 2026, Prabowo menekankan pentingnya persatuan dan kedewasaan dalam kehidupan demokrasi. Perbedaan pandangan, menurut Prabowo, merupakan bagian dari demokrasi selama tetap diarahkan untuk kepentingan rakyat.
Dalam konteks tersebut, demokrasi tidak hanya berkaitan dengan perbedaan pilihan politik, tetapi juga dengan kemampuan seluruh elemen bangsa menjaga persatuan serta menghormati proses konstitusional.
Hadiri HUT ke-28 PAN
Puncak peringatan HUT ke-28 PAN di JICC dihadiri sejumlah tokoh nasional.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, sejumlah menteri, serta pimpinan partai politik turut hadir dalam acara tersebut.
Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 19.05 WIB.
Kehadiran Presiden dalam agenda tersebut menjadi bagian dari hubungan politik dan pemerintahan yang berlangsung dalam konteks peringatan HUT PAN.
Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan apresiasi terhadap PAN dan menyebut partai tersebut sebagai bagian dari perjalanan perjuangan politik yang memiliki sejarah panjang dalam era Reformasi.
Peringatan HUT ke-28 PAN tahun ini mengangkat tema “Gerak Cepat Bantu Rakyat”.
Melalui momentum tersebut, isu mengenai demokrasi, persatuan, serta tantangan perkembangan teknologi kembali menjadi bagian dari pesan politik yang disampaikan Presiden.
Prabowo menegaskan demokrasi harus dijaga agar tidak menjadi arena yang mudah dipengaruhi oleh kekuatan uang maupun manipulasi informasi.
Jurnalis: Tantan Su
Editor: Redaksi
Disclaimer: Kutipan dan pandangan dalam artikel ini merupakan pernyataan Presiden Prabowo Subianto sebagaimana disampaikan dalam acara HUT ke-28 PAN. TansNews.com menyajikan informasi secara jurnalistik dan tidak dimaksudkan sebagai dukungan atau penolakan terhadap pandangan politik tertentu.







