Kamis, 17 September 2026 Smart – Independen – Inspiring
TANS NEWS
INFO TERKINI
KPK Sita Rp106,3 Miliar dalam OTT ATR/BPN, Dugaan Suap HGB Mengarah ke Aliran Uang dan Perantara Gempa Susulan Flores M7,7 Mulai Meluruh, BMKG Catat 15.722 Gempa dalam 30 Hari Gempa M2,9 Guncang Kabupaten Bandung, Dirasakan di Pangalengan dan Kertasari 26 Luka Terbuka, Perempuan di Neglasari Tewas; Polisi Tangkap Tersangka di Sampang RAPBD 2027 Kota Bandung Dipatok Rp7,46 Triliun, Belanja Tembus Rp7,82 Triliun Persib Bandung Hadapi FC Seoul di ACL 2, Ujian Berat Menanti Maung Bandung di Seoul Prabowo Ganti Menkeu, Purbaya Dicopot: Suahasil Nazara Ambil Alih Kendali APBN Reshuffle Menkeu: Dari Masalah Koordinasi hingga Polemik Dividen Danantara, Apa yang Terjadi pada Purbaya?
Kompas TV - Live Streaming
KOMPAS TV — LIVE STREAMING
LIVE
Beranda › Artikel › Gasibu Bandung Ditutup hingga Awal 2027, Pemprov Jabar Renovasi Fasilitas
Artikel

Gasibu Bandung Ditutup hingga Awal 2027, Pemprov Jabar Renovasi Fasilitas

Kawasan Gasibu, Kota Bandung, ditutup sementara mulai 1 September 2026 untuk proses penataan dan renovasi sejumlah fasilitas publik, termasuk jogging track. Penataan ditargetkan berlangsung hingga awal 2027.
BAGIKAN ARTIKELGasibu Bandung Ditutup hingga Awal 2027, Pemprov Jabar Renovasi Fasilitashttps://tansnews.com/gasibu-bandung-ditutup-hingga-awal-2027-pemprov-jabar-renovasi-fasilitas/
Gasibu Bandung Ditutup hingga Awal 2027, Pemprov Jabar Renovasi Fasilitas

BANDUNG, TansNews.com — Kawasan Gasibu, Kota Bandung, resmi ditutup sementara mulai Selasa, 1 September 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan penutupan untuk memberi ruang bagi proses penataan dan renovasi sejumlah fasilitas publik di kawasan tersebut.

BANDUNG, TansNews.com — Kawasan Gasibu, Kota Bandung, resmi ditutup sementara mulai Selasa, 1 September 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan penutupan untuk memberi ruang bagi proses penataan dan renovasi sejumlah fasilitas publik di kawasan tersebut.

Penutupan dilakukan agar pekerjaan dapat berlangsung secara menyeluruh sekaligus meminimalkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang selama ini memanfaatkan Gasibu untuk berolahraga maupun melakukan berbagai aktivitas publik.

Pemprov Jawa Barat memproyeksikan proses penataan kawasan Gasibu berlangsung hingga awal 2027.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan pembenahan Gasibu menjadi kebutuhan karena kawasan tersebut merupakan salah satu ruang publik yang memiliki tingkat pemanfaatan tinggi oleh masyarakat.

Herman mengaku memahami kondisi fasilitas Gasibu karena dirinya juga termasuk pengguna kawasan tersebut.

“Gasibu itu ditata. Saya kebetulan salah satu pengguna Gasibu juga, jadi tahu persis track-nya itu kan, kondisinya kan harus diperbaiki karena itu fasilitas publik ya, ruang publik,” kata Herman.

Menurut dia, keberadaan Gasibu sebagai ruang publik membuat pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan fasilitas yang tersedia tidak hanya terlihat baik secara visual, tetapi juga aman digunakan masyarakat.

Terlebih, jogging track menjadi salah satu fasilitas yang banyak dimanfaatkan warga untuk berolahraga.

Bukan Sekadar Mempercantik Kawasan

Herman menegaskan, penataan Gasibu bukan semata-mata proyek estetika. Perbaikan dilakukan untuk meningkatkan aspek keamanan dan kenyamanan pengguna.

Ia mengingatkan, kondisi fasilitas yang kurang baik dapat meningkatkan risiko masyarakat mengalami kecelakaan saat beraktivitas.

“Ya tugas kami kan harus melakukan perbaikan, renovasi agar masyarakat mendapatkan kenyamanan pada saat menggunakan Gasibu. Jangan sampai karena track-nya kurang baik kemudian kan bisa tijalikeuh (terpeleset) ya kalau kata orang Sunda mah,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah memilih menutup sementara kawasan tersebut selama pekerjaan berlangsung. Langkah tersebut dinilai diperlukan agar proses renovasi dapat dilakukan secara optimal tanpa aktivitas masyarakat di area kerja.

“Ya jangan sampai ada kejadian yang tidak kita harapkan. Yang ujungnya mah masyarakat nyaman lah menggunakan Gasibu,” sambung Herman.

Konsep Penataan Tetap Pertahankan Karakter Gasibu

Selain aspek keamanan dan fungsi fasilitas, penataan juga akan menyentuh tampilan kawasan.

Meski demikian, Pemprov Jabar tidak berencana melakukan perubahan besar yang menghilangkan karakter Gasibu. Konsep penataan akan menyesuaikan lanskap yang sudah ada dengan mempertahankan perpaduan antara unsur alam dan fasilitas buatan.

“Secara estetika ya disesuaikan dengan landscape. Ya di sana kan ada estetika alam ya, ada estetika buatan. Yang jelas disesuaikan. Ya insyaallah kondisinya akan jauh lebih baik dibanding dengan sebelumnya,” tutur Herman.

Pemerintah juga memastikan penataan tersebut bukan pembangunan infrastruktur baru dalam skala besar. Fokus utama diarahkan pada perbaikan dan renovasi fasilitas yang telah tersedia.

Dengan demikian, penataan diharapkan mampu meningkatkan kualitas kawasan tanpa mengubah fungsi utama Gasibu sebagai ruang terbuka publik.

Masyarakat Diminta Bersabar dan Tidak Memasuki Area

Herman meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan penataan.

Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan masukan setelah maupun selama proses penataan berlangsung.

“Ya karena itu kami mengimbau ke masyarakat berikan kesempatan kami untuk menyelesaikan. Toh nanti kalau ada kekurangan dan sebagainya ya kami persilakan untuk memberikan kritik dan saran,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, mengatakan pekerjaan penataan mencakup sejumlah fasilitas di kawasan Gasibu, termasuk jogging track dan fasilitas pendukung lainnya.

Menurut Adi, pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan kualitas pembangunan, keamanan, serta kenyamanan masyarakat.

Selama proses penataan berlangsung, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di dalam kawasan Gasibu.

“Selama proses penataan berlangsung, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di dalam area Kawasan Gasibu demi keamanan dan kelancaran pekerjaan,” ujar Adi.

Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi yang disampaikan Pemprov Jawa Barat mengenai perkembangan penataan dan tidak memaksakan diri memasuki kawasan yang sedang menjadi lokasi pekerjaan.

Ditargetkan Kembali Menjadi Ruang Publik yang Aman

Penutupan sementara Gasibu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki kualitas ruang publik yang selama ini menjadi salah satu lokasi aktivitas masyarakat di Kota Bandung.

Setelah seluruh proses penataan dan renovasi selesai, kawasan tersebut akan kembali dibuka untuk masyarakat.

Pemprov Jabar berharap hasil pembenahan dapat memberikan fasilitas publik yang lebih aman, nyaman, dan layak digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat.

“Setelah seluruh proses penataan selesai, Kawasan Gasibu akan kembali dibuka dan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik dengan fasilitas yang lebih baik, aman, nyaman, dan mendukung berbagai aktivitas masyarakat,” pungkas Adi.

Jurnalis: Tantan Su