Jumat, 16 Oktober 2026 Smart – Independen – Inspiring
TANS NEWS
INFO TERKINI
Gebyar Yayasan Babussalam Al-Ghifary ke-3 Digelar November 2026 MASDA Jabar Siapkan Pengukuhan Dewan Adat Sunda, Sunda Sabuana Awards 2026 Digelar 18 Oktober di Bandung DPR Desak Kasus Dugaan Markas Judi Online di Rumah Dinas TNI Diusut Tuntas, Siapa di Balik Operasinya? TNI AD Bongkar Dugaan Markas Judi Online di KPAD Cijantung, 11 Orang Diamankan Warga Jabar Bisa Berobat Gratis di Jakarta, KDM: Biaya Ditanggung Pemerintah Persib Tantang Port FC di ASEAN Club Championship, Ini Jadwal dan Live TV 313 Narapidana High Risk Dipindahkan ke Nusakambangan, Jawa Barat Terbanyak Kebakaran Hebat Landa Pasar Andir Garut, 10 Mobil Damkar Dikerahkan
Tans News TV
SUMBER KOMPAS.COM
Beranda › Nasional › HUT ke-81 TNI, Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru dan Kukuhkan Enam Kodam
Nasional

HUT ke-81 TNI, Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru dan Kukuhkan Enam Kodam

Struktur TNI Diperbesar, Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru
BAGIKAN ARTIKELHUT ke-81 TNI, Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru dan Kukuhkan Enam Kodamhttps://tansnews.com/prabowo-resmikan-204-satuan-baru-tni-hut-ke-81-enam-kodam-baru/
HUT ke-81 TNI, Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru dan Kukuhkan Enam Kodam

Depok, TansNews.com — Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan PRIMA, Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).

Depok, TansNews.com — Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan PRIMA, Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).

Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini tidak sekadar menjadi momentum seremonial. Pemerintah menjadikannya sebagai panggung penting untuk memperkuat struktur pertahanan nasional melalui peresmian ratusan satuan baru di lingkungan TNI.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Prabowo secara resmi meresmikan 204 satuan baru TNI yang mencakup unsur TNI Angkatan Darat (AD), TNI Angkatan Laut (AL), dan TNI Angkatan Udara (AU).

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Senin 5 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan 204 satuan baru TNI,” ujar Prabowo dalam upacara tersebut.

Enam Kodam Baru Resmi Berdiri

Salah satu bagian paling menonjol dari restrukturisasi tersebut adalah peresmian enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru.

Keenam Kodam tersebut meliputi:

  1. Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah di Kepulauan Riau.
  2. Kodam XXVI/Mataram di Daerah Istimewa Yogyakarta.
  3. Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur.
  4. Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha di Maluku Utara.
  5. Kodam XXIX/Mambruk di Papua Tengah.
  6. Kodam XXX/Rinambora di Nusa Tenggara Barat.

Dengan tambahan tersebut, jumlah Kodam TNI AD meningkat menjadi 27. Pemerintah juga menyampaikan target agar struktur komando teritorial dapat menjangkau seluruh provinsi di Indonesia.

Peresmian enam Kodam baru itu kemudian ditandai dengan pengukuhan para panglima Kodam. Prabowo menyerahkan tongkat komando dan bendera kesatuan kepada masing-masing Pangdam sebagai simbol dimulainya struktur komando baru tersebut.

Bukan Hanya Kodam, Ratusan Satuan Baru Dibentuk

Perubahan struktur TNI tidak berhenti pada pembentukan enam Kodam.

Dari total 204 satuan baru yang diresmikan, terdapat 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP), 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), serta tiga Batalyon Bantuan Tempur (Yon Banpur) di lingkungan TNI AD.

Sementara itu, TNI Angkatan Laut mendapat tambahan satu brigade dan empat batalyon Marinir.

Di lingkungan TNI Angkatan Udara, terdapat penambahan 10 satuan, termasuk unsur Pasukan Gerak Cepat dan satuan radar.

Skala penambahan tersebut menunjukkan adanya perubahan cukup besar dalam struktur organisasi dan sebaran kekuatan TNI.

Penguatan Struktur Pertahanan di Tengah Perubahan Ancaman

Peresmian ratusan satuan baru berlangsung ketika karakter ancaman terhadap pertahanan Indonesia semakin kompleks.

Ancaman tidak hanya datang dalam bentuk konflik bersenjata konvensional. Persoalan keamanan siber, disinformasi, ancaman terhadap kedaulatan wilayah, hingga dinamika geopolitik kawasan menjadi tantangan yang turut diperhitungkan dalam kebijakan pertahanan.

Karena itu, penguatan struktur TNI diarahkan untuk meningkatkan kemampuan organisasi sekaligus memperluas jangkauan satuan di berbagai wilayah strategis Indonesia.

Namun, ekspansi struktur militer dalam skala besar juga membawa konsekuensi terhadap kebutuhan anggaran, kesiapan personel, infrastruktur, serta mekanisme pengawasan agar pembangunan kekuatan pertahanan tetap berjalan dalam koridor tata kelola yang akuntabel.

Sejumlah pihak bahkan menyoroti perluasan peran dan struktur militer tersebut karena berpotensi memunculkan perdebatan mengenai batas antara fungsi pertahanan dan urusan sipil.

HUT ke-81 TNI Jadi Momentum Konsolidasi

Upacara HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Presiden Prabowo hadir dan memimpin langsung rangkaian kegiatan di Lapangan PRIMA Mabes TNI. Sejumlah pejabat negara dan tokoh nasional turut menghadiri peringatan tersebut.

Selain peresmian satuan baru, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengukuhan para pejabat militer, pemberian tanda kehormatan, serta parade dan defile personel maupun alat utama sistem senjata (alutsista) TNI.

Kehadiran alutsista baru dalam rangkaian peringatan tersebut menjadi bagian dari pesan bahwa modernisasi pertahanan tidak hanya bertumpu pada penambahan jumlah personel dan satuan, tetapi juga pada peningkatan kemampuan teknologi serta kesiapan operasional.

Tantangan Setelah Peresmian

Dengan diresmikannya 204 satuan baru, pekerjaan besar berikutnya adalah memastikan seluruh struktur tersebut dapat beroperasi secara efektif.

Pembentukan organisasi baru membutuhkan dukungan personel profesional, fasilitas, sistem komando, anggaran, hingga kesiapan logistik. Tanpa dukungan tersebut, penambahan struktur berisiko hanya menghasilkan perluasan organisasi tanpa peningkatan kemampuan pertahanan yang sebanding.

Karena itu, efektivitas 204 satuan baru TNI akan menjadi salah satu pekerjaan penting pemerintah dan pimpinan TNI ke depan.

Peresmian enam Kodam dan ratusan satuan baru pada HUT ke-81 TNI pada akhirnya bukan hanya soal bertambahnya jumlah organisasi militer. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari arah baru penataan kekuatan pertahanan Indonesia yang akan diuji oleh kebutuhan keamanan nasional, dinamika kawasan, serta tuntutan profesionalisme TNI.

Jurnalis: Tantan Su
Editor: Redaksi

Sumber: Kompas.com, ANTARA, Sekretariat Presiden dan sumber terkait.