Kamis, 17 September 2026 Smart – Independen – Inspiring
TANS NEWS
INFO TERKINI
KPK Sita Rp106,3 Miliar dalam OTT ATR/BPN, Dugaan Suap HGB Mengarah ke Aliran Uang dan Perantara Gempa Susulan Flores M7,7 Mulai Meluruh, BMKG Catat 15.722 Gempa dalam 30 Hari Gempa M2,9 Guncang Kabupaten Bandung, Dirasakan di Pangalengan dan Kertasari 26 Luka Terbuka, Perempuan di Neglasari Tewas; Polisi Tangkap Tersangka di Sampang RAPBD 2027 Kota Bandung Dipatok Rp7,46 Triliun, Belanja Tembus Rp7,82 Triliun Persib Bandung Hadapi FC Seoul di ACL 2, Ujian Berat Menanti Maung Bandung di Seoul Prabowo Ganti Menkeu, Purbaya Dicopot: Suahasil Nazara Ambil Alih Kendali APBN Reshuffle Menkeu: Dari Masalah Koordinasi hingga Polemik Dividen Danantara, Apa yang Terjadi pada Purbaya?
Kompas TV - Live Streaming
KOMPAS TV — LIVE STREAMING
LIVE
Beranda › Nasional › Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Gunung Anak Krakatau, 3 KRI Dikerahkan
Nasional

Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Gunung Anak Krakatau, 3 KRI Dikerahkan

BAGIKAN ARTIKELLima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Gunung Anak Krakatau, 3 KRI Dikerahkanhttps://tansnews.com/lima-jurnalis-hilang-kontak-di-perairan-gunung-anak-krakatau-3-kri-dikerahkan/
Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Gunung Anak Krakatau, 3 KRI Dikerahkan

TANSNEWS.COM, SELAT SUNDA — Operasi pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau memasuki hari kedua. Hingga Rabu (9/9/2026), keberadaan rombongan tersebut belum diketahui.

TANSNEWS.COM, SELAT SUNDA — Operasi pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau memasuki hari kedua. Hingga Rabu (9/9/2026), keberadaan rombongan tersebut belum diketahui.

Selain lima jurnalis, terdapat tiga orang lainnya yang berada dalam speedboat, yakni kapten kapal, anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu. Dengan demikian, total terdapat delapan orang dalam rombongan yang masih dalam pencarian.

Rombongan tersebut diketahui berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka berangkat untuk menjalankan peliputan terkait aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir dengan rombongan tercatat sekitar pukul 15.04 WIB. Sebelumnya, salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB.

Sejak laporan hilang kontak diterima, operasi pencarian dilakukan secara gabungan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, serta tim terkait lainnya.

Tiga KRI Dikerahkan, Area Pencarian Diperluas

Memasuki hari kedua, TNI Angkatan Laut memperkuat operasi pencarian dengan mengerahkan tiga kapal perang Republik Indonesia (KRI).

Ketiga kapal tersebut yakni KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861.

Dalam siaran pers resmi TNI AL yang dilansir ANTARA pada Rabu (9/9/2026), pengerahan tiga KRI tersebut dilakukan untuk memperkuat operasi sekaligus memperluas wilayah penyisiran di sekitar perairan Selat Sunda.

Selain kapal perang, unsur TNI AL melalui Lanal Lampung dan Lanal Banten juga mengerahkan Kapal Angkatan Laut (KAL) untuk mendukung pencarian.

“Seluruh unsur yang terlibat melaksanakan pencarian secara terkoordinasi dengan menyisir sektor-sektor yang telah ditentukan,” demikian keterangan TNI AL.

Pengerahan sejumlah unsur laut tersebut menunjukkan pencarian dilakukan dengan memperluas sektor operasi, mengingat lokasi terakhir komunikasi berada di kawasan perairan yang memiliki kondisi laut dinamis.

250 Personel Gabungan Sisir Lima Titik

Pada Rabu (9/9/2026), operasi pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WIB.

Sebanyak sekitar 250 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut. Wilayah pencarian dibagi menjadi lima titik untuk memperluas cakupan penyisiran.

Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan, tim masih berada di lapangan dan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan operasi.

Menurutnya, kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian. Angin yang cukup kencang dan gelombang laut dengan ketinggian sekitar 1-2 meter membuat operasi pencarian harus dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel.

“Tim masih berada di lapangan dan terus kami monitor. Kondisi cuaca, angin cukup kencang dan gelombang sekitar satu sampai dua meter. Kami terus memantau perkembangan pencarian dari posko di Carita,” kata Hengki, Rabu (9/9/2026).

Nelayan Diminta Waspada

Polisi juga meminta masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda, ikut membantu memberikan informasi apabila menemukan benda atau tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan rombongan yang dicari.

Masyarakat diminta tidak melakukan tindakan sendiri apabila menemukan benda mencurigakan, melainkan segera melaporkannya kepada petugas atau posko pencarian.

“Apabila masyarakat atau nelayan menemukan benda-benda mencurigakan atau benda yang terapung di laut, segera informasikan kepada petugas atau posko kami yang berada di Carita. Informasi tersebut akan membantu tim untuk segera melakukan pengecekan dan langkah pencarian,” ujar Hengki.

Informasi sekecil apa pun dari masyarakat dinilai dapat membantu tim pencarian menentukan titik penyisiran berikutnya.

Delapan Orang Masih Dalam Pencarian

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan yang masih dalam pencarian terdiri atas tiga orang dari unsur kapal dan lima jurnalis.

Berikut identitas mereka:

  1. Warta (55) — Kapten kapal
  2. Surakman (60) — ABK
  3. Heriyanto (49) — Guide/pemandu
  4. M. Bagus Khoirunnas — Jurnalis ANTARA
  5. Ari Basuki — Jurnalis Merdeka
  6. Yudhis — Jurnalis iNews
  7. Daus — Jurnalis Anadolu
  8. Donal — Jurnalis lepas (freelance)

Hingga operasi pencarian memasuki hari kedua, belum ada informasi resmi mengenai keberadaan delapan orang tersebut.

Fokus Pencarian: Menemukan Titik Keberadaan Rombongan

Operasi pencarian kini tidak hanya mengandalkan satu unsur. Kapal perang TNI AL, unsur Lanal Lampung dan Lanal Banten, serta personel gabungan melakukan penyisiran pada sektor yang telah ditentukan.

Titik lokasi terakhir yang sempat dikirim oleh salah satu anggota rombongan menjadi salah satu informasi penting dalam upaya menentukan area pencarian.

Namun, kondisi cuaca, angin, arus, serta luasnya wilayah perairan menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian masih berlangsung.

TANSNEWS.COM terus memantau perkembangan operasi pencarian dan akan memperbarui informasi berdasarkan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Jurnalis: Tantan Su
Editor: Team TANS News