BPPKB Banten HDS Resmi Deklarasi di Pandeglang, Tekankan Silaturahmi dan Kamtibmas

PANDEGLANG, TansNews.com – Dewan Pimpinan Pusat Barisan Perubahan Pemersatu Keluarga Besar (DPP BPPKB) Banten HDS resmi mendeklarasikan organisasinya di Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu (27/9/2026).
PANDEGLANG, TansNews.com – Dewan Pimpinan Pusat Barisan Perubahan Pemersatu Keluarga Besar (DPP BPPKB) Banten HDS resmi mendeklarasikan organisasinya di Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu (27/9/2026).
Deklarasi tersebut dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah gerakan BPPKB Banten HDS untuk hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan yang dinilai membawa manfaat positif.
Kegiatan yang berlangsung di Aksi Car Wash, Kampung Turus, Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang, itu digelar sejak pukul 08.00 hingga sekitar 14.15 WIB. Sekitar 2.000 peserta dan tamu undangan diperkirakan menghadiri rangkaian kegiatan tersebut.
Sejumlah unsur pengurus dan tamu undangan turut hadir. Di antaranya Sekretaris Jenderal DPP BPPKB Banten HDS TB. Ganda Permana, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pandeglang Muklis, serta Danunit Inteldim 0601/Pandeglang Letda Arm Sayidi yang hadir mewakili Dandim 0601/Pandeglang.
Hadir pula Kuasa Hukum BPPKB Banten HDS Erwanto, jajaran ketua DPC dan DPAC, serta anggota BPPKB Banten HDS dari berbagai daerah. Peringatan Maulid Nabi dalam rangkaian acara tersebut turut menghadirkan penceramah Ustaz Dr. H. Das’ad Latif.
Deklarasi Jadi Momentum Konsolidasi
Rangkaian kegiatan diawali dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars BPPKB Banten HDS, sambutan, deklarasi organisasi, penyerahan Surat Keputusan (SK), doa penutup, serta persembahan seni budaya.
Ketua Umum DPP BPPKB Banten HDS, Adi Kurnia Setiadi, S.H., M.H., mengatakan deklarasi tersebut bukan sekadar seremoni organisasi. Menurut dia, momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat tali silaturahmi serta memperkenalkan keberadaan organisasi kepada masyarakat.
“Hanya dalam kurun waktu 127 hari, organisasi yang kita bentuk ini sudah berkembang pesat dan terbentuk di 3 provinsi serta 24 DPC. Fokus dan diskusi utama kita saat ini adalah bagaimana terus mensosialisasikan BPPKB Banten HDS secara positif ke masyarakat luas,” ujar Adi Kurnia.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam deklarasi. BPPKB Banten HDS menyatakan ingin membangun organisasi yang tidak hanya berorientasi pada penguatan struktur internal, tetapi juga memiliki ruang kontribusi bagi masyarakat.
Adi menegaskan, keberadaan BPPKB Banten HDS harus dilandasi semangat kebaikan dan kebermanfaatan bagi sesama. Organisasi juga disebut akan mendorong regenerasi kepemimpinan melalui program kerja nasional yang diarahkan menuju pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas).
Dorong Anggota Jadi Pilar Kebaikan
Dalam kesempatan tersebut, Adi juga mengingatkan jajaran anggota agar menjaga citra dan keberadaan organisasi melalui kegiatan yang memberikan dampak positif.
Ia mengimbau seluruh anggota untuk menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan sekaligus ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Menjadi pilar kebaikan bagi agama dan negara” menjadi salah satu pesan yang disampaikan kepada anggota dalam momentum deklarasi tersebut.

Komitmen menjaga kamtibmas juga diarahkan tidak hanya di wilayah Kabupaten Pandeglang, tetapi secara lebih luas dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia.
Deklarasi di Pandeglang ini sekaligus menandai babak baru bagi BPPKB Banten HDS dalam memperkuat struktur dan komunikasi organisasi. Dengan hadirnya jajaran pengurus dari berbagai daerah, kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus pengenalan visi organisasi kepada publik.
Ke depan, tantangan BPPKB Banten HDS bukan hanya memperluas struktur organisasi, tetapi juga memastikan keberadaan organisasi dapat diterjemahkan melalui program yang terukur, kegiatan sosial, penguatan sumber daya anggota, serta kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Dengan demikian, deklarasi yang digelar di Pandeglang tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi titik awal bagi organisasi untuk membuktikan komitmen yang disampaikan dalam forum tersebut.
Jurnalis: Tantan Su
Editor: Redaksi TansNews.com








