Kopdes Merah Putih Dibangun di Sejumlah Lokasi Tak Biasa, dari Pantai hingga Lereng Gunung

TANSNEWS.COM, JAKARTA — Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) terus menjadi perhatian seiring percepatan pembangunan infrastruktur koperasi di berbagai daerah.
TANSNEWS.COM, JAKARTA — Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) terus menjadi perhatian seiring percepatan pembangunan infrastruktur koperasi di berbagai daerah.
Namun, selain mengejar target pembangunan dan operasional, sejumlah lokasi pembangunan Kopdes Merah Putih juga menjadi sorotan karena berada di tempat yang tidak lazim untuk sebuah pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Beberapa bangunan koperasi dilaporkan berdiri di sekitar kawasan pantai, lereng gunung, hingga berdekatan dengan kompleks pemakaman umum.
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan salah satu agenda pemerintah untuk memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
Data yang disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono pada Juli 2026 menunjukkan sebanyak 15.845 unit Kopdes/Kelurahan Merah Putih telah menyelesaikan pembangunan fisik, gudang, gerai, serta perlengkapan pendukungnya. Sementara itu, 19.539 unit lainnya masih dalam proses pembangunan. Dengan demikian, jumlah yang telah selesai maupun sedang dibangun mencapai sekitar 35.000 unit.
Di tengah skala pembangunan tersebut, muncul sejumlah lokasi yang menarik perhatian publik.
1. Kopdes Merah Putih di Pantai Puger, Jember
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan berada di kawasan Pantai Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Bangunan Kopdes Merah Putih tersebut disebut berada relatif dekat dengan garis pantai. Posisi ini berbeda dari gambaran umum pusat ekonomi desa yang biasanya berada di tengah atau dekat dengan kawasan permukiman dan aktivitas masyarakat.
Kedekatan dengan kawasan pantai juga memunculkan pertanyaan mengenai aspek keamanan dan keberlanjutan bangunan, terutama terhadap potensi abrasi maupun gelombang tinggi.
Namun, kekhawatiran tersebut perlu dibedakan dari fakta teknis mengenai tingkat risiko lokasi. Penilaian mengenai keamanan bangunan membutuhkan data tata ruang, kondisi garis pantai, kajian lingkungan, serta standar konstruksi yang digunakan.
2. Berada di Kaki Gunung Ciremai, Jawa Barat
Lokasi lain yang menarik perhatian berada di kawasan kaki Gunung Ciremai, Jawa Barat.
Dalam laporan sumber, bangunan Kopdes Merah Putih tersebut terlihat berada di area yang didominasi pepohonan dan relatif jauh dari permukiman padat.
Dari gambaran udara yang ditampilkan, bangunan koperasi tampak berdiri di kawasan dengan lingkungan hijau yang cukup rapat.
Posisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai akses masyarakat sebagai calon pengguna koperasi.
Sebab, keberadaan bangunan secara fisik belum otomatis menjamin tingginya aktivitas ekonomi. Lokasi, akses transportasi, jumlah calon anggota, daya beli masyarakat, serta jenis layanan yang disediakan menjadi faktor penting agar koperasi benar-benar dapat beroperasi secara produktif.
3. Kopdes Kediten di Lereng Gunung Prau
Lokasi berikutnya berada di Desa Kediten, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Kopdes Merah Putih Kediten disebut berada di kawasan lereng Gunung Prau.
Posisi di kawasan pegunungan memberikan karakter geografis tersendiri. Namun, seperti halnya lokasi lainnya, keberhasilan koperasi nantinya tidak hanya ditentukan oleh bangunan yang telah berdiri.
Akses masyarakat, distribusi barang, biaya logistik, serta potensi ekonomi lokal menjadi bagian penting yang akan menentukan apakah fasilitas tersebut mampu menjalankan fungsi ekonominya secara optimal.
4. Kopdes Tegalgunung Berada di Samping Kompleks Pemakaman
Lokasi berikutnya berada di Tegalgunung.
Berbeda dengan lokasi di kawasan pegunungan maupun pantai, Kopdes Tegalgunung disebut berada dekat dengan pusat aktivitas masyarakat dan perkantoran.
Yang menjadi perhatian justru posisi bangunannya yang berada tepat di samping kompleks pemakaman umum.
Lokasi tersebut kemudian menjadi sorotan karena fungsi bangunan sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat berdampingan langsung dengan area pemakaman.
Kondisi ini tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya persoalan hukum atau teknis. Namun, aspek tata ruang, status lahan, akses masyarakat, serta kesesuaian pembangunan dengan ketentuan setempat tetap menjadi hal yang penting untuk dipastikan.
5. Kopdes Regemuk di Kawasan Pemakaman
Lokasi lain yang disebut dalam laporan berada di Regemuk, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Berbeda dengan konsep pembangunan koperasi yang umumnya ditempatkan di area yang mudah dijangkau masyarakat, Kopdes Merah Putih Regemuk disebut dibangun di kawasan pemakaman umum.
Posisi tersebut kemudian menjadi perhatian warga setempat.
Dalam laporan sumber, bangunan Kopdes Regemuk juga disebut telah dialihlahankan. Informasi mengenai status akhir lokasi tersebut perlu dikonfirmasi kepada pemerintah daerah maupun pihak yang berwenang agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
Target Besar, Tantangan Juga Besar
Besarnya program Kopdes Merah Putih membuat persoalan lokasi menjadi bagian penting yang tidak bisa dilepaskan dari pembahasan pembangunan koperasi.
Pemerintah sebelumnya menyampaikan bahwa 15.845 unit telah menyelesaikan pembangunan fisik, sedangkan 19.539 unit lainnya masih dalam proses. Pemerintah juga menargetkan jaringan koperasi tersebut dapat beroperasi dengan dukungan manajer dan sumber daya manusia yang telah mendapatkan pelatihan.
Artinya, tantangan berikutnya bukan sekadar memastikan bangunan berdiri.
Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah setiap bangunan tersebut benar-benar dapat berubah menjadi pusat kegiatan ekonomi yang hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa.
Koperasi membutuhkan anggota, transaksi, distribusi barang, tata kelola yang baik, serta model bisnis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Karena itu, pembangunan fisik seharusnya berjalan beriringan dengan perencanaan lokasi, pemetaan potensi ekonomi desa, kesiapan sumber daya manusia, serta mekanisme pengawasan.
Bukan Sekadar Soal Bangunan
Kemunculan sejumlah Kopdes Merah Putih di lokasi yang tidak biasa menunjukkan bahwa program berskala nasional tersebut memiliki tantangan yang beragam di lapangan.
Lokasi yang dekat pantai memiliki karakter risiko berbeda dengan kawasan lereng gunung. Demikian pula bangunan yang berdampingan dengan pemakaman memiliki konteks berbeda dengan koperasi yang berada di pusat permukiman.
Karena itu, evaluasi terhadap Kopdes Merah Putih tidak cukup hanya melihat berapa banyak bangunan yang telah selesai.
Yang lebih menentukan adalah apakah fasilitas tersebut dapat diakses masyarakat, memiliki aktivitas ekonomi, dikelola secara profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota serta warga di sekitarnya.
Catatan redaksi: Artikel sumber yang menjadi rujukan menggunakan judul “6 Lokasi Kopdes Merah Putih”, tetapi teks yang dapat diakses hanya mencantumkan lokasi nomor 1, 2, 3, 4, dan 6. Lokasi nomor 5 tidak tercantum sehingga TansNews.com tidak memasukkan lokasi yang belum dapat diverifikasi tersebut.
Jurnalis: Tantan Su
Editor: Redaksi TansNews.com








