Kamis, 17 September 2026 Smart – Independen – Inspiring
TANS NEWS
INFO TERKINI
KPK Sita Rp106,3 Miliar dalam OTT ATR/BPN, Dugaan Suap HGB Mengarah ke Aliran Uang dan Perantara Gempa Susulan Flores M7,7 Mulai Meluruh, BMKG Catat 15.722 Gempa dalam 30 Hari Gempa M2,9 Guncang Kabupaten Bandung, Dirasakan di Pangalengan dan Kertasari 26 Luka Terbuka, Perempuan di Neglasari Tewas; Polisi Tangkap Tersangka di Sampang RAPBD 2027 Kota Bandung Dipatok Rp7,46 Triliun, Belanja Tembus Rp7,82 Triliun Persib Bandung Hadapi FC Seoul di ACL 2, Ujian Berat Menanti Maung Bandung di Seoul Prabowo Ganti Menkeu, Purbaya Dicopot: Suahasil Nazara Ambil Alih Kendali APBN Reshuffle Menkeu: Dari Masalah Koordinasi hingga Polemik Dividen Danantara, Apa yang Terjadi pada Purbaya?
Kompas TV - Live Streaming
KOMPAS TV — LIVE STREAMING
LIVE
Beranda › Artikel › Diminta Angkut Kardus ke Kopo, Sopir Pikap Bandung Panik Setelah Curiga Isinya Mayat
Artikel

Diminta Angkut Kardus ke Kopo, Sopir Pikap Bandung Panik Setelah Curiga Isinya Mayat

BAGIKAN ARTIKELDiminta Angkut Kardus ke Kopo, Sopir Pikap Bandung Panik Setelah Curiga Isinya Mayathttps://tansnews.com/diminta-angkut-kardus-ke-kopo-sopir-pikap-bandung-panik-setelah-curiga-isinya-mayat/
Diminta Angkut Kardus ke Kopo, Sopir Pikap Bandung Panik Setelah Curiga Isinya Mayat

BANDUNG, TansNews.com — Seorang sopir pikap daring bernama Tegar tak pernah menyangka perjalanan mengangkut sebuah kardus di kawasan Dunguscariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung, berujung pada temuan mengerikan.

BANDUNG, TansNews.com — Seorang sopir pikap daring bernama Tegar tak pernah menyangka perjalanan mengangkut sebuah kardus di kawasan Dunguscariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung, berujung pada temuan mengerikan.

Tegar mengira dirinya hanya diminta mengangkut barang biasa. Kepada dirinya, pemesan berinisial SDS (31) menyebut kardus berukuran memanjang tersebut berisi besi dan pakaian.

Namun, kecurigaan mulai muncul ketika kendaraan yang dikemudikan Tegar mulai berjalan. Dari dalam kardus, muncul bau yang membuatnya bertanya-tanya mengenai isi sebenarnya dari paket tersebut.

Belakangan, Tegar mengetahui bahwa kardus yang diangkutnya diduga berisi jasad seorang perempuan.

Tegar menuturkan, dirinya menerima pesanan dari SDS untuk mengangkut sebuah barang. Saat itu, kardus sudah berada di pinggir jalan dan siap dinaikkan ke mobil pikap miliknya.

“Saya tanya barangnya apa, di mana, terus tujuannya ke mana? Nah dia jelasin, pas barangnya tuh udah di jalan gitu, udah di pinggir jalan,” kata Tegar, sebagaimana diberitakan detikJabar, Rabu (2/9/2026).

Menurut Tegar, ia tidak mengetahui proses pemindahan kardus tersebut dari tempat tinggal SDS hingga ke pinggir jalan. Ketika dirinya tiba, barang sudah dalam kondisi siap diangkut.

SDS kemudian meminta bantuan karena kardus tersebut disebut cukup berat.

Tegar mengatakan, dirinya sempat membantu menaikkan kardus ke bak kendaraan. Saat itu, ia belum menaruh kecurigaan apa pun.

“Enggak, kalau sampai dari kosan ke jalan mah saya enggak tahu, pokoknya udah di jalan, udah siap naik gitu. Terus dia bilang, ‘A, ini berat, katanya, minta tolong diangkat.’ Nah, kata saya teh, ‘A, kan itu ada trolinya di bawahnya, A, dorong aja deketin ke mobil.’ Nah dia deketin,” ujarnya.

Kecurigaan Tegar mulai menguat setelah kendaraan berjalan. Ia mencium bau tidak biasa yang berasal dari dalam kardus.

Tegar kemudian kembali menanyakan isi paket kepada SDS. Namun, jawaban yang diberikan justru membuatnya semakin curiga.

“Saya makin curiga, saya tanya, saya pastikan lagi bahwa si barang ini apa dalamnya? Dia jawab, ‘Ini dalamnya besi sama baju.’ Saya masih curiga, saya tanya lagi, ‘Ini apa?’ dia tetap jawabnya gitu,” tutur Tegar.

Tegar kemudian meminta agar kardus tersebut dibuka untuk memastikan isinya.

Namun, permintaan tersebut ditolak SDS.

“Terus saya bilang, ‘Kalau emang itu, gimana kalau kita buka?’ Nah, dia bilang, ‘Jangan, jangan, jangan,’ dia kayak menolak itulah. Nah di situ saya semakin curiga, saya mulai takut juga, mulai panik juga kan tahu semakin yakin bahwa itu apa,” katanya.

Merasa ada sesuatu yang tidak beres, Tegar akhirnya memilih menghentikan perjalanan dan menurunkan SDS bersama barang yang dibawanya.

Langkah tersebut diambil setelah Tegar merasa pemesan tidak memberikan keterangan yang sesuai mengenai isi kardus.

Disebut Akan Dibawa ke Kopo

Tegar juga mengungkapkan bahwa sebelum perjalanan berlangsung, SDS sempat menyebut tujuan pengangkutan adalah kawasan Kopo.

Menurut Tegar, SDS mengatakan kardus tersebut akan dibawa ke tempat travel di sekitar Kopo, tepatnya kawasan Caringin.

“Dia pertamanya bilang mau ke Kopo, ke Kopo yang banyak travel dia bilangnya. Caringin ke depan katanya di kolong flyover itu,” ujar Tegar.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena Tegar mengaku tidak mengetahui sejak awal bahwa barang yang diangkutnya bukanlah barang sebagaimana informasi yang diberikan oleh pemesan.

Sebagai pengemudi jasa angkutan daring, Tegar mengaku pada awalnya hanya menjalankan permintaan pelanggan. Kecurigaan baru muncul setelah mencium bau dari dalam kardus dan melihat sikap pemesan yang menolak ketika diminta membuka paket.

Kasus ini selanjutnya menjadi ranah aparat penegak hukum untuk mengungkap identitas korban, penyebab kematian, kronologi sebenarnya, serta dugaan keterlibatan pihak-pihak yang terkait.

TansNews.com terus memantau perkembangan penanganan kasus tersebut dan akan memperbarui informasi berdasarkan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Jurnalis: Tantan Su
Editor: TansNews.com