Jabar Raih Bonus Rp6 Miliar dari Kemendagri, 300 Rumah Warga Bakal Dibedah

BANDUNG, TANSNEWS.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali mendapat apresiasi atas kinerjanya dalam mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah. Kali ini, Pemprov Jawa Barat memperoleh insentif berupa 300 unit bantuan pemugaran atau bedah rumah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
BANDUNG, TANSNEWS.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali mendapat apresiasi atas kinerjanya dalam mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah. Kali ini, Pemprov Jawa Barat memperoleh insentif berupa 300 unit bantuan pemugaran atau bedah rumah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Bantuan tersebut memiliki nilai sekitar Rp6 miliar, dengan alokasi sebesar Rp20 juta untuk setiap rumah penerima manfaat.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, insentif tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah pusat kepada daerah yang dinilai berhasil mendorong implementasi program hunian nasional.
“Nilai perbaikan setiap rumah sebesar Rp20 juta,” kata Tito Karnavian dalam keterangan yang diterima di Bandung, Minggu.
Pemberian insentif itu tidak terlepas dari keberhasilan Jawa Barat meraih predikat Terbaik I dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi (Batch II) Regional Jawa-Bali, khususnya pada kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah.
Penghargaan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mempercepat penyediaan hunian layak, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
300 Unit Bedah Rumah di Luar Bantuan Reguler
Tito menjelaskan, sebanyak 300 unit bantuan bedah rumah tersebut merupakan alokasi bonus dari Kemendagri dan diberikan di luar skema bantuan reguler yang selama ini berjalan di Jawa Barat.
Dalam skema reguler, alokasi bantuan rata-rata mencapai sekitar 300 unit untuk setiap kabupaten/kota di Jawa Barat.
Dengan demikian, tambahan 300 unit yang diberikan sebagai insentif tersebut menjadi dukungan tersendiri bagi upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Pemprov Jabar Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyambut penghargaan tersebut sebagai bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap komitmen Jawa Barat dalam mendukung percepatan penyediaan perumahan.
Menurut Erwan, penghargaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan capaian angka pembangunan rumah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola permukiman dan kebijakan perumahan di tingkat daerah.
Erwan menegaskan, Pemprov Jawa Barat berkomitmen mengawal pelaksanaan Program 3 Juta Rumah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
“Oleh karena itu, kami mengawal agar proses pendataan penerima manfaat, pelaksanaan pembangunan, hingga pengawasan dilakukan secara akuntabel,” ujar Erwan.
Ia menambahkan, keberhasilan program perumahan membutuhkan keterlibatan dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, integritas, transparansi, dan profesionalisme menjadi faktor penting dalam memastikan setiap bantuan pemerintah digunakan sesuai peruntukannya.
Pengawasan Menjadi Kunci
Pemprov Jawa Barat memastikan proses pelaksanaan program tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Pendataan penerima manfaat, proses pembangunan hingga pengawasan menjadi bagian penting untuk memastikan program berjalan sesuai target.
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya mencegah bantuan tidak tepat sasaran dan memastikan anggaran yang dikucurkan pemerintah benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas hunian masyarakat.
Program bedah rumah sendiri memiliki nilai strategis karena kondisi rumah yang layak huni berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Dukungan terhadap perbaikan hunian diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman.
Dengan tambahan 300 unit bantuan tersebut, Jawa Barat mendapat dukungan baru untuk mempercepat peningkatan kualitas hunian sekaligus memperkuat implementasi Program 3 Juta Rumah di tingkat daerah.







