Kamis, 17 September 2026 Smart – Independen – Inspiring
TANS NEWS
INFO TERKINI
KPK Sita Rp106,3 Miliar dalam OTT ATR/BPN, Dugaan Suap HGB Mengarah ke Aliran Uang dan Perantara Gempa Susulan Flores M7,7 Mulai Meluruh, BMKG Catat 15.722 Gempa dalam 30 Hari Gempa M2,9 Guncang Kabupaten Bandung, Dirasakan di Pangalengan dan Kertasari 26 Luka Terbuka, Perempuan di Neglasari Tewas; Polisi Tangkap Tersangka di Sampang RAPBD 2027 Kota Bandung Dipatok Rp7,46 Triliun, Belanja Tembus Rp7,82 Triliun Persib Bandung Hadapi FC Seoul di ACL 2, Ujian Berat Menanti Maung Bandung di Seoul Prabowo Ganti Menkeu, Purbaya Dicopot: Suahasil Nazara Ambil Alih Kendali APBN Reshuffle Menkeu: Dari Masalah Koordinasi hingga Polemik Dividen Danantara, Apa yang Terjadi pada Purbaya?
Kompas TV - Live Streaming
KOMPAS TV — LIVE STREAMING
LIVE
Beranda › Ekonomi › KNMP Panjunan Dipacu, Pusat Ekonomi Nelayan Cirebon Disiapkan Jadi Marketing Hub
Ekonomi

KNMP Panjunan Dipacu, Pusat Ekonomi Nelayan Cirebon Disiapkan Jadi Marketing Hub

BAGIKAN ARTIKELKNMP Panjunan Dipacu, Pusat Ekonomi Nelayan Cirebon Disiapkan Jadi Marketing Hubhttps://tansnews.com/knmp-panjunan-dipacu-pusat-ekonomi-nelayan-cirebon-disiapkan-jadi-marketing-hub/
KNMP Panjunan Dipacu, Pusat Ekonomi Nelayan Cirebon Disiapkan Jadi Marketing Hub

CIREBON, TANSNEWS.COM – Terik matahari menyengat kawasan pesisir Panjunan, Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (27/8/2026). Debu beterbangan dari lahan pembangunan, sementara aktivitas pekerja dan deru alat berat terus menggema di tengah kepadatan kawasan pesisir yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa.

CIREBON, TANSNEWS.COM – Terik matahari menyengat kawasan pesisir Panjunan, Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (27/8/2026). Debu beterbangan dari lahan pembangunan, sementara aktivitas pekerja dan deru alat berat terus menggema di tengah kepadatan kawasan pesisir yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa.

Di atas lahan negara seluas sekitar 3.500 meter persegi, sebuah kawasan perikanan terpadu tengah dibangun. Proyek tersebut merupakan bagian dari program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang didanai langsung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

Pembangunan KNMP ini diharapkan tidak sekadar menghadirkan infrastruktur baru bagi masyarakat pesisir, tetapi juga menjadi fondasi penguatan ekonomi nelayan melalui integrasi kegiatan produksi, penyimpanan, distribusi hingga pemasaran hasil perikanan.

Pemerintah Kota Cirebon dalam program tersebut berperan sebagai penerima manfaat sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan di lapangan.

Pengerjaan seluruh fasilitas ditargetkan selesai dalam waktu 135 hari kalender.

Pemkot Cirebon Kawal Pembangunan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon, Hj. Elmi Masruroh, SP., M.Si., turun langsung melakukan pemantauan pembangunan KNMP di Pesisir Panjunan.

Elmi memeriksa berbagai material dan pekerjaan konstruksi yang tengah berlangsung, mulai dari kerikil, batu belah, pasir hingga rangkaian besi beton yang mulai tertanam pada area pembangunan.

Menurut Elmi, pembangunan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan lahan daratan yang tersedia dan tidak melalui proses reklamasi.

Ia menyebut perkembangan pembangunan di titik Panjunan menunjukkan progres yang cukup positif.

“Untuk Pesisir Panjunan progresnya sudah mencapai 20 sampai 30 persen. Luas lahannya sekitar 3.500 meter persegi,” ujar Elmi saat memantau aktivitas pembangunan, Rabu (27/8/2026).

Pemantauan pemerintah daerah dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana, spesifikasi serta target waktu yang telah ditetapkan.

Cirebon Dapat Tiga Titik KNMP

Kota Cirebon menjadi salah satu daerah yang memperoleh tiga alokasi titik pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dari KKP.

Ketiga lokasi tersebut berada di Kelurahan Panjunan, Cangkol, dan Kesenden.

Besaran anggaran setiap titik berbeda, menyesuaikan kebutuhan pembangunan dan cakupan fasilitas yang akan dibangun.

Untuk titik Panjunan, anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp6,5 miliar. Sementara titik Cangkol memperoleh anggaran sekitar Rp3,6 miliar, sedangkan titik Kesenden mendapatkan alokasi sekitar Rp2,5 miliar.

Dengan total tiga titik tersebut, pembangunan KNMP di Kota Cirebon diarahkan untuk membentuk ekosistem perikanan yang saling terhubung dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat nelayan.

Panjunan Disiapkan sebagai Marketing Hub

Titik Panjunan mendapatkan porsi anggaran terbesar karena kawasan tersebut memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan sekadar permukiman atau fasilitas pendukung nelayan.

Panjunan dirancang sebagai pusat pemasaran terpadu atau marketing hub yang akan mengonsolidasikan komoditas hasil perikanan dari dua titik KNMP lainnya.

Konsep tersebut diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi hasil laut sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi bagi nelayan.

Berbagai fasilitas penunjang aktivitas perikanan akan dibangun di kawasan tersebut.

Di antaranya gudang penyimpanan hasil laut, pabrik es skala mini, toko penyedia kebutuhan logistik dan alat tangkap, fasilitas pemasaran, serta dermaga tambat atau jetty yang terhubung langsung dengan kawasan perairan.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok hasil perikanan mulai dari nelayan menangkap ikan hingga hasil tangkapan masuk ke pasar.

Jetty Jadi Solusi Persoalan Nelayan

Salah satu fasilitas yang dinilai penting bagi nelayan adalah pembangunan jetty.

Selama ini, persoalan pasang surut air laut menjadi salah satu kendala yang dihadapi nelayan ketika hendak menambatkan kapal.

Saat air laut surut, kapal tidak dapat dengan mudah mendekati garis pantai. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kapal kandas, terutama apabila kapal dipaksa mencapai tepian daratan.

Dengan pembangunan dermaga tambat, kapal nelayan diharapkan dapat bersandar pada area yang memiliki kedalaman air lebih memadai sehingga aktivitas bongkar muat hasil tangkapan maupun mobilitas armada menjadi lebih aman.

Fasilitas tersebut sekaligus diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kegiatan nelayan dan memperlancar distribusi hasil tangkapan menuju pusat pemasaran.

Ratusan Nelayan Bakal Merasakan Manfaat

Berdasarkan catatan DKPPP Kota Cirebon, sedikitnya 200 nelayan lokal Pesisir Panjunan akan menjadi penerima manfaat langsung pembangunan kawasan tersebut.

Mereka mengoperasikan sekitar 100 unit armada kapal yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat pesisir Panjunan.

Dengan hadirnya fasilitas terpadu, nelayan diharapkan tidak hanya berperan sebagai produsen hasil tangkapan, tetapi juga memperoleh akses yang lebih baik terhadap fasilitas penyimpanan, kebutuhan operasional, serta pasar.

Konsep tersebut menjadi penting karena peningkatan kesejahteraan nelayan tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan, tetapi juga pada bagaimana komoditas tersebut disimpan, didistribusikan dan dipasarkan dengan harga yang kompetitif.

Berawal dari Aspirasi Nelayan

Menariknya, gagasan pembangunan kawasan perikanan terpadu tersebut disebut bukan semata-mata lahir dari perencanaan birokrasi pemerintah.

Elmi menjelaskan bahwa gagasan awal pembangunan KNMP berasal dari aspirasi masyarakat nelayan.

Proposal tersebut dirumuskan oleh para nelayan melalui wadah rukun nelayan di tingkat lokal, kemudian diajukan kepada pemerintah untuk diteruskan ke tingkat pusat.

Proses tersebut menunjukkan adanya pola pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat atau bottom-up, di mana kebutuhan dan persoalan yang dihadapi nelayan menjadi salah satu dasar penyusunan usulan pembangunan.

Dengan demikian, KNMP diharapkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat pesisir, bukan sekadar membangun fasilitas fisik.

Progres Tiga Titik Berbeda

Sementara itu, perkembangan pembangunan di tiga titik KNMP Kota Cirebon saat ini menunjukkan progres yang berbeda.

Titik Cangkol tercatat menjadi lokasi dengan progres pembangunan paling cepat, yakni mencapai sekitar 35 persen.

Sementara pembangunan di Pesisir Panjunan berada pada kisaran 20 hingga 30 persen.

Adapun titik Kesenden masih berada di bawah angka 15 persen.

Site Manager CV Mekar Jaya selaku pelaksana proyek, Toto, mengatakan perbedaan progres tersebut dipengaruhi oleh kondisi dan tahapan pekerjaan di masing-masing lokasi.

“Untuk titik Kesenden progres fisiknya masih berada di bawah angka 15 persen,” kata Toto.

Meski progres pembangunan berbeda, target penyelesaian tetap diarahkan pada waktu yang telah ditentukan.

Ditargetkan Rampung Awal Desember

Pembangunan ketiga titik KNMP di Kota Cirebon ditargetkan dapat diselesaikan secara fisik pada awal Desember 2026.

Setelah konstruksi selesai, fasilitas akan memasuki tahap penyempurnaan dan persiapan operasional.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, kawasan KNMP tersebut diproyeksikan dapat mulai beroperasi penuh pada awal 2027.

Keberadaan kawasan ini nantinya diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas nelayan, tetapi juga menjadi simpul ekonomi baru di kawasan pesisir Kota Cirebon.

Tidak Ada SPBN Mandiri di Panjunan

Untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), kawasan KNMP Panjunan tidak dirancang memiliki fasilitas pengisian BBM mandiri.

Nelayan tetap akan menggunakan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang telah beroperasi di sekitar wilayah tersebut.

Namun, dukungan terhadap kebutuhan BBM nelayan ke depan diproyeksikan semakin kuat dengan adanya rencana pembangunan SPBN baru di kawasan reklamasi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan.

Tambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan BBM bagi nelayan sekaligus mendukung aktivitas perikanan tangkap di kawasan pesisir Cirebon.

Mendorong Ekonomi Pesisir

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di tiga lokasi Kota Cirebon pada akhirnya diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.

Integrasi fasilitas penyimpanan, produksi es, kebutuhan logistik, pemasaran dan dermaga diharapkan mampu membentuk ekosistem perikanan yang lebih efisien.

Khusus Panjunan yang dirancang sebagai marketing hub, keberadaan fasilitas tersebut berpotensi menjadi pusat konsolidasi hasil perikanan dari berbagai titik nelayan sebelum didistribusikan ke pasar.

Jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan, KNMP dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat posisi nelayan dalam rantai ekonomi perikanan.

Bagi Kota Cirebon, proyek ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kawasan pesisir sebagai pusat aktivitas ekonomi berbasis kelautan dan perikanan.

Dengan target pembangunan yang semakin dekat, perhatian kini tertuju pada kemampuan pelaksana proyek menjaga kualitas konstruksi, mengejar progres sesuai jadwal, serta memastikan seluruh fasilitas nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat nelayan.

Jurnalis: Tantan Su
TANSNEWS.COM