Minggu, 01 November 2026 Smart – Independen – Inspiring
TANS NEWS
INFO TERKINI
Polemik Ijazah Gibran Memanas, Putusan MA Picu Perhatian Partai Politik Ratusan Pengurus Laskar Prabowo 08 Berkumpul di Bandung, Yana Sam Tegaskan Pentingnya Soliditas Wali Kota Farhan Lepas Kontingen Bandung ke Porprov Jabar 2026, Tekankan Target Prestasi JENDRAL DUDUNG SBG PANGLIMA KI SUNDA DLM ACARA HARI KEBUDAYAAN MASDA JABAR MAMPU HIPNOTIS PARA UNDANGAN DG LAGU MAWAR BODAS DAN ULAH CEURIK Sunda Sabuana Awards 2026: Dudung Abdurachman Jadi Panglima Utama Kesundaan Sejumlah Mitra Kontraktor Keluhkan Dugaan Dana Koordinasi Proyek KDMP, Direktur PT BSE Disorot Dedi Mulyadi Enggan Bantu Perbaiki Jalan Rusak di Ciamis jika Merasa Ditekan, Respons KDM Jadi Sorotan Gebyar Yayasan Babussalam Al-Ghifary ke-3 Digelar November 2026
TANS TV VIDEO PILIHAN
Beranda › Kebudayaan › JENDRAL DUDUNG SBG PANGLIMA KI SUNDA DLM ACARA HARI KEBUDAYAAN MASDA JABAR MAMPU HIPNOTIS PARA UNDANGAN DG LAGU MAWAR BODAS DAN ULAH CEURIK
Kebudayaan

JENDRAL DUDUNG SBG PANGLIMA KI SUNDA DLM ACARA HARI KEBUDAYAAN MASDA JABAR MAMPU HIPNOTIS PARA UNDANGAN DG LAGU MAWAR BODAS DAN ULAH CEURIK

Sunda Sabuana Awards 2026 digelar di Bandung. Dudung Abdurahman dikukuhkan sebagai Puun Ageung dan Panglima Utama Majelis Tritangtu Sunda.
BAGIKAN ARTIKELJENDRAL DUDUNG SBG PANGLIMA KI SUNDA DLM ACARA HARI KEBUDAYAAN MASDA JABAR MAMPU HIPNOTIS PARA UNDANGAN DG LAGU MAWAR BODAS DAN ULAH CEURIKhttps://tansnews.com/sunda-sabuana-awards-2026-dudung-abdurahman-puun-ageung-sunda/
JENDRAL DUDUNG SBG PANGLIMA KI SUNDA DLM ACARA HARI KEBUDAYAAN MASDA JABAR  MAMPU HIPNOTIS PARA UNDANGAN DG LAGU MAWAR BODAS DAN ULAH CEURIK

BANDUNG, TansNews.com — Majelis Adat Sunda Jawa Barat bersama Yayasan Forum Silaturahmi Sunda Sabuana menggelar Sunda Sabuana Awards 2026 di Gedung Pusat Kebudayaan Jawa Barat, Minggu (18/10/2026).

BANDUNG, TansNews.com — Majelis Adat Sunda Jawa Barat bersama Yayasan Forum Silaturahmi Sunda Sabuana menggelar Sunda Sabuana Awards 2026 di Gedung Pusat Kebudayaan Jawa Barat, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebudayaan Tahun 2026 sekaligus momentum konsolidasi masyarakat Sunda dari berbagai daerah di Indonesia hingga perwakilan komunitas Sunda di mancanegara.

Acara dihadiri sejumlah tokoh nasional, purnawirawan TNI-Polri, akademisi, pejabat pemerintahan, tokoh budaya, sesepuh Sunda, serta pimpinan berbagai paguyuban dan organisasi kemasyarakatan.

Di antara tokoh yang hadir yakni Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurahman, Letjen TNI (Purn.) Arif Rahman, Laksamana TNI (Purn.) Dr. Ade Supandi yang merupakan mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Prof. Ahmad Cahya selaku Kepala Staf KSP, Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Hery, Mayjen TNI (Purn.) Dedi Solihin, Mayjen TNI Tatang Subarna dari Lemhannas, Kepala Badan Perlindungan Konsumen RI Prof. Dr. Mufti, Ketua DPRD Jawa Barat Dr. Buky, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Agus, Brigjen Pol (Purn.) Erwin Ch, serta sejumlah tokoh lainnya.

Sejumlah tokoh budaya dan masyarakat Sunda juga turut hadir, di antaranya Ceu Popong, Kang Syam Bimbo, Radya Agung Sumedanglarang R. Ikik, serta perwakilan Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman Cirebon.

Dari unsur paguyuban dan organisasi masyarakat Sunda, hadir pula para pimpinan seperti Pajajaran Pusat Uyut Saniwijaya, Pastapa Ambu Sonya, Kabuyutan Gegerkalong Abah Dr. Yusuf Bachtiar, Kujang Pusaka Abah Aditya Alamsyah, Manggala Garuda Putih Jony Hidayat, PSSP Ahmad Drajat, LSM Harimau Tonny S., Setya Kita Pancasila Bung Andreas Sumual, Laskar Siliwangi H. Sammy Yusuf, BBC Mugi Sujana, Projo Jabar Ir. Joni Suherman, TB Donira, dan sejumlah pimpinan komunitas lainnya.

Dudung Dikukuhkan sebagai Puun Ageung

Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah pengukuhan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurahman sebagai Puun Ageung, Bapa Gede, sekaligus Panglima Utama Majelis Tritangtu Sunda Sabuana.

Sementara itu, Laksamana TNI (Purn.) Dr. Ade Supandi dikukuhkan sebagai Pandhita Resi Utama.

Pengukuhan tersebut dilakukan oleh para inohong dan sesepuh Tatar Sunda bersama perwakilan masyarakat Sunda dari berbagai wilayah Nusantara maupun komunitas Sunda di luar negeri.

Momentum tersebut sekaligus menegaskan dorongan untuk memperkuat persatuan masyarakat Sunda dengan tetap menempatkan kebudayaan sebagai bagian penting dari identitas dan kekuatan sosial masyarakat.

Abah Anton: Budaya Sunda Harus Menjadi Penyangga NKRI

Ketua Umum Majelis Adat Sunda, Irjen Pol (Purn.) Anton Charliyan atau yang akrab disapa Abah Anton, menegaskan bahwa kebudayaan daerah memiliki posisi strategis dalam membentuk kebudayaan nasional.

Menurut dia, budaya Sunda harus mampu berkembang secara maksimal sehingga tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Sunda, tetapi juga dapat menjadi salah satu budaya unggulan nasional.

“Budaya nasional itu merupakan puncak budaya daerah. Untuk itu, budaya Sunda sebagai budaya daerah di Indonesia harus mampu maju maksimal agar menjadi budaya unggulan nasional dan menjadi penyangga NKRI,” ujar Abah Anton.

Ia juga menyerukan agar masyarakat Sunda memperkuat persatuan dan solidaritas.

Semangat tersebut, kata dia, harus diwujudkan melalui prinsip ngahiji, sajajar, saiket sabeungkeutan, guyub sauyunan, sabobot sapihaneun—bersatu, sejajar, terikat dalam satu kesatuan, hidup rukun, dan memiliki kesamaan tekad.

Abah Anton menilai konsolidasi masyarakat membutuhkan kepemimpinan yang disepakati bersama.

“Harus berani menunjuk ada pupuhu-nya dulu sebagai panglimanya yang disepakati bersama. Ibarat benang baru akan lurus jika ada jarum yang membawanya lurus,” katanya.

Dudung: Jangan Biarkan Putra-Putri Terbaik Sunda Diabaikan

Dalam sambutannya, Dudung Abdurahman mendorong masyarakat Sunda untuk memperkuat rasa persaudaraan sekaligus membangun kepercayaan diri.

Ia mengingatkan agar masyarakat Sunda tidak mengabaikan putra-putri terbaik Sunda yang telah berhasil memberikan kontribusi di berbagai bidang.

Menurut Dudung, keberhasilan tokoh-tokoh Sunda semestinya menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bersama, bukan justru diabaikan.

“Masyarakat Sunda saat ini harus lebih kuat rasa persaudaraannya. Seyogianya harus bisa menghargai putra-putri terbaik Sunda yang sudah berhasil. Jangan dibiarkan, apalagi dicuekin seperti yang terjadi saat ini,” ujar Dudung.

Ia juga menyerukan agar masyarakat Sunda lebih berani tampil dan mengambil peran.

“Harus lebih percaya diri dan berani tampil ke depan. Jangan senantiasa mengalah, apalagi sampai keok memeh dipacok—merasa kalah sebelum berjuang,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan kuat dalam kegiatan yang mengusung semangat konsolidasi masyarakat Sunda tersebut.

Ade Supandi Dorong Ekosistem Budaya Sunda

Sementara itu, Laksamana TNI (Purn.) Dr. Ade Supandi menekankan pentingnya membangun ekosistem budaya Sunda yang utuh.

Menurutnya, kebudayaan tidak cukup hanya dipertahankan sebagai identitas, tetapi harus dibangun menjadi sebuah ekosistem yang mampu berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Ade Supandi juga menyoroti kiprah putra-putri Sunda dalam kepemimpinan nasional.

Ia menyebut telah banyak tokoh Sunda yang berhasil menduduki posisi strategis di tingkat nasional dengan mengedepankan sinergi dan harmoni dalam membangun hubungan antarlembaga maupun antarinstansi.

Wagub Jabar Beri Apresiasi

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan yang digagas Majelis Adat Sunda Jawa Barat bersama Forum Silaturahmi Sunda Sabuana.

Menurutnya, momentum Hari Kebudayaan dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat pelestarian dan pengembangan kebudayaan Sunda.

Ia berharap berbagai kegiatan kebudayaan ke depan dapat terus menjadi wadah untuk membangun kesadaran masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan budaya Sunda.

“Melalui momentum Hari Kebudayaan ini, setiap gerak langkah kegiatan diharapkan dapat menjadi wadah dan sarana untuk terus membangun serta melestarikan budaya Sunda secara lebih maksimal,” ujarnya.

Jangan Sampai Jati Kasilih ku Junti

Ketua Panitia, Bunda RR Okki J. Judanagara, mengingatkan pentingnya menjaga adat dan tradisi Sunda di tengah derasnya pengaruh budaya dari luar.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Sunda harus mampu merawat identitas budaya tanpa menutup diri terhadap perkembangan zaman.

“Orang Sunda harus benar-benar memelihara adat tradisinya. Jangan sampai tergerus oleh budaya asing. Ulah dugi jati kasilih ku junti,” ujarnya.

Ungkapan tersebut mengandung pesan agar budaya sendiri tidak sampai tersingkir oleh budaya asing.

Dewan Adat Sunda Dikukuhkan di Sejumlah Wilayah

Usai rangkaian Sunda Sabuana Awards, kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan Dewan Adat Sunda se-Nusantara.

Pengukuhan mencakup perwakilan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Sulawesi, Kalimantan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, Yogyakarta, serta sejumlah wilayah lainnya.

Perwakilan masyarakat Sunda dari mancanegara juga hadir, antara lain dari komunitas Sunda di Eropa, Amerika, Australia, Swiss, dan Belgia.

Kehadiran perwakilan lintas wilayah tersebut menunjukkan bahwa jejaring masyarakat Sunda tidak hanya berkembang di Tatar Pasundan, tetapi juga tumbuh di berbagai daerah Indonesia dan luar negeri.

Ditutup Lagu Pop Sunda

Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan lancar. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah.

Dalam suasana kekeluargaan, Dudung Abdurahman yang telah didaulat sebagai Panglima Utama Ki Sunda turut tampil menghibur para undangan dengan membawakan dua lagu pop Sunda, “Mawar Bodas” dan “Ulah Ceurik”.

Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para peserta dan menjadi penutup rangkaian acara yang menggabungkan agenda kebudayaan, konsolidasi masyarakat Sunda, serta penguatan jejaring masyarakat Sunda di tingkat nasional dan internasional.

Jurnalis: Tantan Su
Editor: Redaksi