MASDA JABAR Gelar Hari Kebudayaan Nasional 2026 di Bandung, Usung Semangat “Sunda Panyawendak Budaya Nusantara”
Sunda Sabuana Awards 2026 dan Pengukuhan Dewan Adat Sunda Kota/Kabupaten Masuk Rangkaian Agenda
BANDUNG, TansNews.com — Majelis Adat Sunda Jawa Barat (MASDA JABAR) akan menggelar Peringatan Hari Kebudayaan Nasional Tahun 2026 di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Sunda Panyawendak Budaya Nusantara” tersebut dijadwalkan berlangsung di Gedung Kebudayaan, Jalan Braga, Bandung. Selain menjadi momentum peringatan kebudayaan, agenda tersebut juga dirangkaikan dengan Sunda Sabuana Awards 2026 serta Pengukuhan Dewan Adat Sunda Kota/Kabupaten (DATSUN).
Rangkaian kegiatan itu diarahkan sebagai ruang untuk memperkuat perhatian terhadap keberadaan, pelestarian, pengembangan, dan aktualisasi budaya Sunda sebagai bagian dari kekayaan kebudayaan Indonesia.
MASDA JABAR yang dipimpin Abah Anton Charliyan, mantan Kapolda Jawa Barat, membawa tema “Sunda Panyawendak Budaya Nusantara” sebagai gagasan yang menempatkan kebudayaan Sunda dalam konteks keberagaman budaya nasional.
Budaya Sunda Tak Sekadar Warisan Masa Lalu
Kebudayaan Sunda tidak hanya berkaitan dengan kesenian dan tradisi. Di dalamnya terdapat bahasa, adat istiadat, nilai sosial, norma, tata kehidupan, kearifan lokal, hingga identitas masyarakat yang berkembang dan diwariskan lintas generasi.
Karena itu, pelestarian budaya menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, arus informasi, serta perubahan pola interaksi masyarakat membuat proses pewarisan budaya membutuhkan pendekatan yang mampu menjangkau generasi baru.
Dalam konteks tersebut, kegiatan yang digelar MASDA JABAR menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan unsur masyarakat, tokoh adat, budayawan, seniman, pemerhati kebudayaan, komunitas, serta pemangku kepentingan.
Pesan yang dibawa bukan sekadar mempertahankan tradisi, tetapi mendorong agar nilai-nilai budaya tetap hidup dan dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya.
“Sunda Panyawendak Budaya Nusantara”
Tema “Sunda Panyawendak Budaya Nusantara” menjadi benang merah dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Tema itu merefleksikan gagasan mengenai posisi budaya Sunda sebagai salah satu bagian dari mozaik kebudayaan Nusantara. Identitas budaya daerah dipandang tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari keberagaman yang membentuk karakter kebudayaan Indonesia.
Dalam perspektif tersebut, penguatan budaya Sunda tidak diarahkan untuk mempertentangkan satu identitas dengan identitas lainnya. Sebaliknya, keberagaman budaya daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat kekayaan kebudayaan nasional.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana budaya tersebut dapat terus diperkenalkan kepada generasi muda melalui ruang pendidikan, komunitas, seni, teknologi, kreativitas, dan berbagai bentuk ekspresi kebudayaan kontemporer.
Sunda Sabuana Awards 2026 Jadi Ruang Apresiasi
Salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah Sunda Sabuana Awards 2026.
Penghargaan ini diposisikan sebagai ruang apresiasi terhadap individu maupun pihak yang dinilai memiliki kontribusi dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan Sunda.
Pemberian apresiasi terhadap pelaku kebudayaan dinilai penting karena keberlangsungan budaya tidak hanya ditentukan oleh keberadaan warisan budaya, tetapi juga oleh orang-orang dan lembaga yang secara konsisten menjaga, mengembangkan, serta mengenalkannya kepada masyarakat.
Melalui penghargaan tersebut, semangat berkarya dan berkontribusi dalam bidang kebudayaan diharapkan dapat terus tumbuh.
Nama-nama penerima penghargaan dan kategori penghargaan dalam Sunda Sabuana Awards 2026 belum dicantumkan dalam rilis ini dan dapat ditambahkan setelah daftar resmi diumumkan oleh panitia.
Pengukuhan Dewan Adat Sunda Kota/Kabupaten
Selain penghargaan, rangkaian acara juga akan diisi dengan Pengukuhan Dewan Adat Sunda Kota/Kabupaten (DATSUN).
Agenda ini menjadi bagian penting karena pelestarian budaya membutuhkan kelembagaan yang dapat bekerja di tengah masyarakat. Dewan adat di tingkat daerah diharapkan dapat menjadi ruang koordinasi dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan adat, budaya, tradisi, dan kearifan lokal.
Penguatan kelembagaan adat juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas budaya, seniman, akademisi, dunia pendidikan, serta kelompok masyarakat lainnya.
Dengan demikian, budaya tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi dapat terus diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat.
Braga dan Bandung Jadi Ruang Pertemuan Budaya
Pemilihan Gedung Kebudayaan di kawasan Jalan Braga, Bandung, sebagai lokasi kegiatan juga memiliki konteks tersendiri.
Bandung selama ini dikenal sebagai salah satu ruang penting bagi perkembangan seni, kebudayaan, kreativitas, pendidikan, dan gagasan masyarakat Jawa Barat.
Pelaksanaan kegiatan di kawasan tersebut diharapkan dapat memperkuat pesan bahwa kebudayaan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang perlu dirawat secara berkelanjutan.
Peringatan Hari Kebudayaan Nasional Tahun 2026 sekaligus dapat menjadi ruang refleksi mengenai bagaimana identitas budaya daerah tetap memiliki tempat di tengah perubahan zaman.
Generasi Muda Jadi Kunci Regenerasi Budaya
Salah satu persoalan penting dalam pelestarian kebudayaan adalah regenerasi.
Budaya yang hanya disimpan sebagai peninggalan masa lalu berisiko semakin jauh dari kehidupan generasi berikutnya. Karena itu, generasi muda memiliki posisi strategis dalam memastikan nilai-nilai budaya tetap dikenali, dipahami, dan dikembangkan.
Pendekatan pelestarian juga dituntut semakin kreatif. Budaya dapat diperkenalkan melalui seni, pendidikan, media digital, konten kreatif, komunitas, festival, teknologi, maupun berbagai bentuk komunikasi yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan “Sunda Panyawendak Budaya Nusantara”, yakni membangun kebanggaan terhadap budaya Sunda sekaligus membuka ruang agar kebudayaan tersebut terus berinteraksi dengan perkembangan kebudayaan Nusantara.
Tiga Agenda Utama
Secara keseluruhan, kegiatan MASDA JABAR yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026, tersebut mencakup tiga agenda utama:
- Peringatan Hari Kebudayaan Nasional Tahun 2026
- Sunda Sabuana Awards 2026
- Pengukuhan Dewan Adat Sunda Kota/Kabupaten (DATSUN)
Hari/Tanggal: Minggu, 18 Oktober 2026
Tempat: Gedung Kebudayaan, Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat
Penyelenggara: Majelis Adat Sunda Jawa Barat (MASDA JABAR)
Tema: “Sunda Panyawendak Budaya Nusantara”
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperluas kepedulian terhadap kebudayaan Sunda sekaligus memperkuat kesadaran bahwa budaya daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas kebudayaan Indonesia.
Di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat, pelestarian budaya pada akhirnya tidak cukup hanya dengan mempertahankan apa yang telah diwariskan. Budaya juga perlu diberi ruang untuk tumbuh, beradaptasi, dan tetap relevan bagi masyarakat.
Melalui peringatan Hari Kebudayaan Nasional 2026, Sunda Sabuana Awards, dan pengukuhan Dewan Adat Sunda Kota/Kabupaten, MASDA JABAR membawa semangat agar kebudayaan Sunda terus hidup dan mengambil bagian dalam perjalanan kebudayaan Nusantara.
“Sunda Panyawendak Budaya Nusantara.”
Jurnalis: Tantan Su
Editor: Redaksi TansNews.com